KISAH Mendikbud Nadiem Makarim: Sempat Merengek Pujian kepada Ibu, Ternyata Ini Penyebabnya. . .

Di balik kesuksesannya mendiri Gojek, Nadiem Makarim ternyata hampir tak pernah mendapatkan pujian dari orangtua.

KISAH Mendikbud Nadiem Makarim: Sempat Merengek Pujian kepada Ibu, Ternyata Ini Penyebabnya. . .
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mendikbud-Dikti Nadiem Makarim saat pengenalan menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). 

KISAH Mendikbud Nadiem Makarim: Sempat Merengek Pujian kepada Ibu, Ternyata Ini Penyebabnya. . .

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kisah menarik menyelimuti kehidupan Nadiem Makarim.

Di balik kesuksesannya mendiri Gojek, Nadiem Makarim ternyata hampir tak pernah mendapatkan pujian dari orangtua.

Curhat Nadiem Makarim ini ia sampaikan ketika menjadi bintang tamu program Mata Najwa.

//

Di usia yang terbilang muda, Nadiem Makarim memiliki jabatan penting sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Sebelum ditunjuk menjadi Mendikbud, Nadiem Makarim telah lebih dulu meraih kesuksesan sebagai seorang pengusaha.

Nadiem Makarim sukses mendirikan perusahaan transportasi online Gojek.

Perjalanan Nadiem Makarim dari CEO Gojek ke Mendikbud
Perjalanan Nadiem Makarim dari CEO Gojek ke Mendikbud (GOJEK Indonesia dan ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

Tak hanya itu, sejak kecil Nadiem Makarim juga dikenal berprestasi.

Namun ternyata Nadiem Makarim tak pernah mendapat pujian dari deretan prestasi yang berhasil diraihnya.

//
// <\/scr"+"ipt>"); // ]]>

Suami Franka Franklin ini pun menceritakan kisah masa kecilnya yang tak pernah dipuji.

Kini Nadiem Makarim akhirnya mendapat pujian dari sang ibu setelah lakukan ini.

Tak banyak yang tahu jika sejak kecil Nadiem Makarim tak bisa membanggakan orangtuanya meskipun memiliki prestasi luar biasa.

Saat bisnis digitalnya semakin tersohor dan membuat publik semakin dipermudah dalam bertransportasi, hingga meraih pundi-pundi triliunan rupiah nyatanya tak juga membuat orangtuanya memuji dirinya.

 

"Waktu saya masih kecil itu jarang-jarang mendapat pujian dari orang tua, misalnya karena dapat angka yang baik atau ada prestasi atau apa pun itu," ungkapnya dikutip dari kanal Youtube Mata Najwa pada Sabtu (7/11/2019).

Merasa menjadi anak yang cukup pandai, Nadiem pun akhirnya menanyakan pada orang tuanya.

"Lama-lama waktu saya udah umur 20-an, saya mulai nanya karena saya kan lumayan oke lah angka-angka baik, prestasi lumayan masuk sekolah-sekolah yang baik,"tuturnya.

Najwa Shihab pun heran dengan prestasi yang dicapai ternyata Nadiem Makrim justru tak pernah dipuji orang tuannya.

"Nggak pernah dipuji?" tanya pemandu Najwa heran.

Merasa ingin segala usahanya diapresiasi akhirnya, Nadiem mengaku memberanikan diri untuk minta dipuji.

"Ini kapan mau dipujinya ya?" ungkap Nadiem kepada sang ibunda kala itu.

Sang ibunda pun diungkapkan Nadiem justru memberikan jawaban yang cukup membuatnya tak begitu paham.

"Buat apa dipuji emang kamu udah melayani negerimu begitu," ungkap Nadiem menirukan jawaban sang ibunda kala itu.

Kendati demikian kini akhirnya pria yang kini menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengaku telah memahami maksud ibunya.

 

Bahkan ia mengaku dua minggu yang lalu baru saja mendapatkan pujian dari sang ibunda.

"Mungkin baru dipuji, baru dua minggu yang lalu," ungkapnya kepada Najwa Shihab.

Setelah kini berhasil mengabdi pada negeri, akhirnya Nadiem Makarim mendapatkan ungkapan bahwa kedua orang tuanya bangga dengan dirinya.

"Kata 'Saya bangga dengan dirimu' terucap," tutur Nadiem disambut tepuk tangan meriah. (TribunNewsmaker.com/*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Grid.ID dengan judul Berhasil Dirikan Gojek Berpenghasilan Triliunan, Nadiem Makarim Baru Dipuji Orangtuanya Setelah Menjadi Menteri

Nadiem Makarim
Nadiem Makarim (Kolase TribunNewsmaker - Kompas.com)

Komentar Desainer Soal Gaya Pakaian Kasual Nadiem Makarim, Mirip Presiden Jokowi, Ada Pesan Tersirat

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Gaya berpakaian kasual Nadiem Makarim sempat mencuri perhatian.

Video Nadiem Makarim yang beredar di media sosial memperlihatkan sang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini memilih gaya pakaian yang lebih santai.

Dalam video yang beredar, Nadiem Makarim tampak mengenakan kemeja hitam dengan bagian lengan digulung.

Sedangkan untuk bawahan, Nadiem Makarim memilih celana jeans.

Ujung kemeja pun tak dimasukkan ke celana sehingga terkesan lebih santai.

Nadiem Makarim memakai loafers untuk alas kaki dan menggendong tas ransel bak anak kuliah.

Menurut keterangan yang tertulis, gaya pakaian Nadiem Makarim saat itu dipilihnya untuk menghadiri kunjungan kerja ke Jawa Timur.

Gaya berpakaian Nadiem Makarim pun langsung menjadi sorotan.

Mereka menganggap gaya berpakaian Nadiem Makarim tampak santai, kasual dan tidak seperti pejabat pada umumnya.

Desainer senior Musa Widyatmodjo pun mengungkap pesan tersirat di balik gaya berbusana santai ala Nadiem Makarim.

Desainer senior Musa Widyatmodjo memandang, lewat pakaian Nadiem ingin menyampaikan bahwa cara berbusana tersebut adalah citra dirinya sebagai menteri milenial.

"Secara fashion, yang ingin disampaikan adalah kesan muda, kasual, bersahaja, tidak protokoler."

Demikian diungkapkan Musa kepada Kompas Lifestyle, Kamis (5/12/2019).

 

Namun, sesuatu yang di luar kebiasaan dikhawatirkan menimbulkan satu reaksi dari masyarakat, baik reaksi positif maupun negatif. Dikhawatirkan, ada pula yang justru memberikan reaksi yang tidak perlu.

"Misal pejabatnya biasa rapi, formal menyambut Pak Nadiem bergaya seperti itu jadi canggung, dan lain sebagainya. Kunjungan berikutnya semua jadi bingung, "saya pakai apa ya?", jadinya itu yang diributkan. Bukan laporan atau hal-hal penting lainnya," kata pria yang sudah menggeluti dunia fesyen lebih dari 25 tahun itu.

Sebab, di balik suatu profesi atau jabatan selalu ada risiko, termasuk untuk mengikuti tata aturan berbusana.

Kategori busana formal sendiri ada bermacam-macam.

Mulai dari formal kenegaraan, tata krama berbusana, pakaian kerja, dan lainnya.

Koridor tersebut perlu dipertimbangkan dengan cermat, mengingat posisi Nadiem saat ini tak lagi sebagai pimpinan perusahaan, namun seorang pejabat negara yang menjadi contoh seluruh masyarakat.

Apalagi di era 4.0 ini, dominasi media sosial sangat besar sehingga penampilan atau visual seorang pejabat negara akan mudah disebarkan lewat berbagai platform.

"Jadi visualisasi diri melalui busana juga menjadi catatan yang amat sangat penting, sebab dari situ kita bisa melihat apakah seseorang pandai beradaptasi, buta fashion, sadar fashion, itu semua kelihatan," kata lulusan Drexel University Philadelphia, Amerika Serikat itu.

Bukan orang pertama

Jika ditelusuri kembali, gaya kasual sebetulnya bukan kali pertama ditunjukkan oleh Nadiem.

Presiden Joko Widodo sekalipun pada momentum tertentu kerap terlihat memadukan kemeja putihnya dengan jeans dan sneaker.

Beberapa menteri kabinet periode sebelumnya juga beberapa kali terlihat berpenampilan kasual, seperti Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan lainnya.

Gaya berpakaian sebetulnya menjadi bagian dari diplomasi (fashion diplomacy) yang penting untuk diperhatikan, tak terkecuali bagi para pejabat negara.

Selama dikenakan secara pas dan pada waktu yang tepat, seseorang sebenarnya tetap bisa bereksplorasi dengan gaya berbusana sesuai dengan kepribadiannya.

Cara Presiden Jokowi berbusana, kata Musa, bisa menjadi contoh.
Kita semua tahu bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta itu telah banyak membuat dobrakan, termasuk dalam hal berbusana.

Gaya berbusana Jokowi kerap dipandang lebih kekinian dan tak kaku jika dibandingkan dengan pimpinan-pimpinan negara terdahulu.

Meski begitu, perubahan-perubahan yang dilakukan oleh Jokowi dinilai masih berada dalam batas koridor.

Menurut Musa, seiring berjalannya waktu Jokowi tampak semakin bijaksana dalam memilih busana yang dikenakannya agar sesuai dengan konteks.

"Jadi bisa menempatkan kapan dia pakai kemeja putih, hitam, kemeja batik, baju daerah, kapan baju jas resmi, itu kelihatan sekali."

"Saya lihat makin ke sini Pak Jokowi juga makin beragam, batiknya pun motifnya makin beragam," tuturnya. (TribunNewsmaker.com/*)

 
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved