Mendikbud Nadiem Makarim Sebut UN Tak Dihapus, Melainkan Diganti

Ujian Nasional (UN) tidak dihapus, melainkan UN akan diganti dengan konsep yang lebih tepat, kompetensi minimum dan survei karakter.

Tribunnews/Jeprima
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat mengikuti Rapat Kerja (Raker) perdana dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019). 

Mendikbud Nadiem Makarim Sebut UN Tak Dihapus, Melainkan Diganti

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ujian Nasional (UN) tidak dihapus, melainkan UN akan diganti dengan konsep yang lebih tepat, kompetensi minimum dan survei karakter.

Demikian dijelaskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam Rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Dia memjelaskan, UN hanya diganti formatnya menjadi asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

"Hanya mau klarifikasi beberapa hal agar tidak ada mispersepsi. UN itu tidak dihapus. Mohon maaf, kata dihapus itu hanya headline di media agar diklik, karena itu yang paling laku. Jadi UN itu diganti jadi Asesmen Kompetensi," ujar Nadiem.

Menurut Nadiem, yang dihapus adalah format per mata pelajaran, bukan UN itu sendiri.

Untuk itu dia meminta anggota Komisi X DPR RI tidak lagi mengatakan kepada media, bahwa UN dihapus.

"Yang dihapus itu adalah format per mata pelajaran mengikuti kelengkapan silabus daripada kurikulum. Itu yang dihapus dan diganti dengan asesmen kompetensi minimum," jelasnya.

Kata Nadiem, asesmen kompetensi itu seperti The Programme for International Student Assessment (PISA) yang dibuat Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD).

"Diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimum yaitu hampir mirip-mirip seperti PISA, yaitu literasi, numerasi, plus ada satu, Survei Karakter," ujarnya.(*)

Halaman
123
Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved