WIHHH PEDASSS. Harga Cabai Meroket di Pekanbaru
Harga cabai di pasaran Kota Pekanbaru makin pedas pada awal tahun 2020 ini. Harga cabai mengalami kenaikan harga berkisar Rp 3000 per kilogram
Penulis: Fernando | Editor: Hendra Efivanias
Sayur kol juga mengalami kenaikan harga.
"Harga daging sapi dan daging ayam masih stabil. Mayoritas bahan pangan masih stabil," terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DPP) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut kepada Tribun, Senin (6/1/2020).
Menurutnya, kenaikan harga cabai pada awal tahun ini lantaran produksi menurun di daerah penghasil.
Sedangkan permintaan masih tinggi di awal tahun.
"Permintaan masih tinggi pada awal tahun, sedangkan produksi cabai di daerah penghasil menurun. Makanya harga naik," terangnya.
Ingot menyebut bahwa distributor menaikkan harga ketika harga di sentra produksi juga naik.
Kondisi ini diprediksi masih terjadi saat produksi di daerah penghasil belum stabil.
DPP memprediksi harga komoditi cabai masih tinggi.
Kondisi ini kerap terjadi sebelum memasuki musim panen cabai di sentra penghasil.
"Kita prediksi masih akan naik. Biasanya jelang musim panen harga cabai masih naik," jelas Ingot.
Menurutnya, kondisi harga cabai di Kita Pekanbaru sangat bergantung dengan kondisi di daerah penghasil.
Harga tak naik ketika hasil panen di daerah penghasil mengalami penurunan.
Produksi di daerah penghasil tidak dapat mencukup kebutuhan pasar.
Apalagi di sentra penghasil belum masuk masa panen, sehingga produksinya terbatas.
"Produksinya menurun, pasokan tentu menurun. Tapi permintaan sama," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/foto_harga_cabai_naik_awal_januari_2020_di_pekanbaru_4jpg.jpg)