Berita Riau

Sembilan Saksi Dihadirkan pada Sidang Kasus Karhutla PT SSS Pelalawan Riau

Sidang lanjutan perkara karhutla PT Sumber Sawit Sejahtera (PT SSS) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan.

Sembilan Saksi Dihadirkan pada Sidang Kasus Karhutla PT SSS Pelalawan Riau
TRIBUNPEKANBARU/JOHANNES TANJUNG
Sidang lanjutan perkara karhutla PT Sumber Sawit Sejahtera di PN Pelalawan, Selasa (14/1/2020). Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi menghadirkan sembilan saksi dari karyawan perusahaan dan kepala desa. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Sidang lanjutan perkara karhutla PT Sumber Sawit Sejahtera (PT SSS) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Selasa (14/1/2020).

Sidang dipimpin Bambang Setiawan SH MH sebagai hakim ketua didampingi hakim anggota Ria Ayu Rosalin SH MH dan Nurrahmi SH MH. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Pelalawan dihadiri Yongki Arvius SH MH, Rahmat SH, dan Martalius SH.

Tersangka perseorangan Alwi Omni Harahap dihadirkan berikut dengan tersangka korporasi PT SSS yang diwakilkan Dirut Eben Ezer Lingga. Keduanya didampingi penasihat hukum H Makhfuzat Zein SH MH dan rekannya.

"Hari ini agendanya masih pemeriksaan saksi yang dihadirkan JPU," terang hakim ketua Bambang Setiawan setelah membuka persidangan.

JPU Yongki Arvius memanggil satu per satu saksi yang telah hadir dalam ruang sidang, untuk maju ke depan dan duduk di bangku yang tersedia. Ada sembilan saksi dihadirkan, sebagaian besar merupakan karyawan PT SSS.

Edarkan Sabu ke Kalangan Remaja di Kampar Riau,Polisi Bekuk Pengedar,Pemasok Narkoba Berhasil Kabur

Diminta Tak Umumkan Dulu ke Publik,BKN Indikasikan Jadwal Ujian SKD CPNS Kuansing Riau Bisa Berubah

Adapun para saksi adalah Kades Kuala Panduk Tomjon, sekuriti perusahaan Tahan Sitorus, dan kerani atau petugas administrasi Robby.

Kemudian ada Hermansyah, Joni Iskandar, Hasnul, Buntoha, Zalimansyah, dan Dio yang semuany merupakan petugas regu pemadam PT SSS.

Setelah mereka disumpah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, pemeriksaan saksi kemudian dibagi berdasarkan kewenangan dan kapasitas masing-masing. JPU mengusulkan agar Kades Tomjon yang pertama kali diperiksa, kemudian kerani, sekuriti, barulah kemudian petugas damkar.

"Kami minta Pak Kades pertama, kemudian dikuti oleh saksi-saksi lain," terang JPU Yongki.

Kades Tomjon dicecar pertanyaan oleh ketiga hakim seputar kebakaran yang terjadi di areal PT SSS pada Februari yang lalu atas kapasitasnya sebagai kades.

Tomjon membenarkan ada kebakaran yang terjadi di wilayah administrasinya, namun tak bisa dipastikan jika karhutla itu ada areal perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut.

"Kalau tanggalnya saya lupa, tapi tepatnya Februari 2019 terjadi kebakaran. Kalau disebut karhutla di lokasi perusahaan, saya tidak tau pasti yang mulia," terang Kades Tomjon.

Tomjon mengetahui adanya karhutla setelah dihubungi terdakwa Alwi Omni Harahap melalui saluran telepon. Setelah itu mereka turun ke lokasi bersama regu damkar dan masyarakat.

Sebelumnya terdakwa korporasi PT SSS dan terdakwa perseorang Alwi Omni Harahap didakwa pasal berlapis yang sama dengan lima pasal yang disangkakan. (Tribunpekanbaru.com/johannes tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved