Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Sepanjang 2020, Sudah 62 Hektare Lahan Terbakar di Riau. Ini Lokasinya

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memprediksi curah hujan di wilayah Riau bagian utara sudah mulai minim.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Hendra Efivanias
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Sejumlah personil Manggala Agni melakukan pengecekan alat kerja di kantor Manggala Agni Daops Pekanbaru, Minas, Kabupaten Siak, Senin (13/1/2019). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY) 

Sepanjang 2020, Sudah 62 Hektare Lahan Terbakar di Riau. Ini Lokasinya

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memprediksi curah hujan di wilayah Riau bagian utara sudah mulai minim.

Artinya, di wilayah ini akan masuk musim kering dan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akan semakin mudah terjadi.

"Tadi BMKG sudah menginformasikan kepada kami bahwa situasi curah hujan dalam beberapa waktu ke depan akan terjadi penurunan. Khususnya yang Riau bagian utara," kata Kepala Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger.

Selasa (14/1/2020), Edwar memimpin rapat bersama BPBD Kabupaten Kota se Provinsi Riau dan BMKG Pekanbaru di ruang multimedia, DR Sutopo Purwo Nugroho Kantor BPBD Riau, Jalan Sudirman Pekanbaru.

"Saya tadi sudah sampaikan kepada rekan-rekan, agar bisa meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi dari sekarang agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing," tambah Edwar.

Istri Pura-pura Jual Diri, Suami Siapkan Mobil untuk Kabur Setelah Gasak Harta Korban Saat Mandi

Dishub Pekanbaru Ajukan Naik Tipe A, Pansus SOTK DPRD Kunjungi UPT Baru

Selain itu, pihaknya juga mendorong kabupaten dan kota di Riau yang saat ini sudah ditemukan Karhutla dan curah hujan sudah berkurang agar segera menetapkan status siaga Karhutla.

Agar BPBD Riau dan BNPB pusat bisa langsung memberikan pendampingan dan bantuan guna pencegahan dan penanggulangan Karhutla yang terjadi di wilayah masing-masing.

"Saya sudah dorong bagi daerahnya yang sudah terjadi kebakaran lahan dan banyak ditemukan hotspot agar segera berkoordinasi dengan Forkopimda setempat silakan untuk penetapan status siaga Karhutla," ujarnya.

Jika melihat kasus Karhutla yang terjadi di awal tahun 2020 ini serta temuan titik hotspot, beberapa daerah yang didorong untuk penetapan status siaga Karhutla adalah Kabupaten Meranti, Rokan Hilir, Siak dan Dumai.

Seluruh wilayah ini merupakan wilayah yang masuk ke daerah Riau bagian utara.

Berdasarkan data dari BMKG, ada beberapa kabupaten/kota terdapat hotspot.

Di antaranya Rohil ada 1 hotspot, Dumai 15 hotspot, Bengkalis 16 hotspot, Meranti 9, Siak 3, Pelalawan 8, Inhu 2, Inhil 6 dan Kuantan Singingi 1 hotspot.

Sedangkan untuk luas lahan yang terbakar terhitung sejak 1 Januari hingga kemarin BPBD Riau tercatat seluas 62,03 hektare.

Rincianya Dumai 13,5 hektare, Bengkalis 13,9 hektare, meranti 4 hektare, Siak 17,13 hektare, dan Inhu 13,5 hektare.

"Kami berharap agar semua daerah segera melakukan pencegahan, karena fokus kita di tahun 2020 memang pencegahan. Arahan Kepala BNPB dan Pak Gubernur juga kan seperti itu," kata Edwar. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgio)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved