DBD di Riau

Penderita DBD Sepanjang 2019 di Kuansing Riau Meningkat Tajam Dibanding 2018

Jumlah penderita (Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kuansing Riau selama 2019 ternyata mengalami kenaikan yang signifikan dibanding 2018.

Penderita DBD Sepanjang 2019 di Kuansing Riau Meningkat Tajam Dibanding 2018
TribunPekanbaru/DoddyVladimir
FOTO ILUSTRASI - Seorang anak menderita Demam Berdarah (DBD) sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad Pekanbaru, Kamis (7/1/2016). 

TELUK KUANTAN - Jumlah penderita (Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kuansing Riau selama 2019 ternyata mengalami kenaikan yang signifikan dibanding 2018.

Peningkatan bahkan mencapai 300 persen.

"Kasus DBD selama 2019 sangat banyak. Melonjak dibanding tahun sebelumnya," kata Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kuansing, Jumardi, Minggu (12/1/2020).

Dikatakannya, selama 2019, ada 246 kasus DBD yang terjadi di Kuansing. Sedangkan pada 2018, jumlah kasus DBD hanya sebanyak 75 kasus.

BREAKING NEWS: 27 Warga Terkena DBD Awal Tahun 2020 di Kuansing Riau

Menurutnya, Dinas Kesehatan sudah maksimal dalam penanganan DBD. Mulai dari penyuluhan, peringatan dini dan lainnya.

"Kita sudah lakukan penyuluhan soal DBD ini ke masyarakat. Kita juga sudah beri himbauan ke masyarakat," ujarnya.

Bukan hanya penyuluhan dan himbauan, pihaknya juga sudah melakukan fogging ke wilayah yang terdapat kasus DBD.

Nah, saat fogging inilah diketahui peran masyarakat terlihat masih kurang. Sehingga segala upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan terlihat sia-sia.

"Peran masyarakat masih kurang. Gotong royong itu kurang," katanya.

DBD di Riau, Tekan Angka Demam Berdarah 2020 Dinkes Kuansing akan Aktifkan Jumantik

Dikatakannya, dalam menekan DBD, kebersihan lingkungan harus dilakukan terlebih dahulu. Bila tidak, maka fogging akan sia-sia.

Halaman
123
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved