DBD di Riau

DBD di Riau, Tekan Angka Demam Berdarah 2020 Dinkes Kuansing akan Aktifkan Jumantik

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kuansing berencana akan mengaktifkan kembali Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

DBD di Riau, Tekan Angka Demam Berdarah 2020 Dinkes Kuansing akan Aktifkan Jumantik
TribunPekanbaru/Syahrul Ramadhan
FOTO ILUSTRASI - Kasus DBD di Bukit Raya Pekanbaru 2017 lalu. Pihak kecamatan gencarkan sosialisasi. 

TELUK KUANTAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kuansing berencana akan mengaktifkan kembali Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

Mengaktifkan Jumantik ini untuk menekan angka Demam Berdarah Dangue (DBD).

"Kita berencana akan mengaktifkan kembali Jumantik," kata Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kuansing, Jumardi, Minggu (12/1/2020).

Jumlah penderita (Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kuansing Riau selama 2019 ternyata mengalami kenaikan yang signifikan dibanding 2018. Peningkatan bahkan mencapai 300 persen.

BREAKING NEWS: 27 Warga Terkena DBD Awal Tahun 2020 di Kuansing Riau

Dikatakannya, selama 2019, ada 246 kasud DBD yang terjadi di Kuansing. Sedangkan pada 2018, jumlah kasus DBD hanya sebanyak 75 kasus.

Setiap desa nantinya akan ada satu petugas Jumantik. Sehingga angka DBD bisa ditekan.

"Kalau ada dananya, kita akan buat pelatihan untuk Jumantik nantinya," terangnya.

Dulunya, Jumantik di Kuansing diterapkan. Saat itu, angka DBD bisa ditekan. Jnilah yang duterapkan nantinya.

Petugas Jumantik akan berkerja memantau setiap rumah dan potensi pertumbuhan jentik. Sehingga saat ada jentik-jentik nyamuk, bisa langsung dimatikan.

Jumardi mengatakan pihaknya di tahun lalu sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan DBD. Bukan hanya penyuluhan dan himbauan, pihaknya juga sudah melakukan fogging ke wilayah yang terdapat kasus DBD.

Halaman
123
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved