Kalau ASN Pemprov Riau Terlibat Jaringan Pengedar Narkoba? Urusannya Sama BNN

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akhirnya mengumumkan hasil tes urine pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau

Kalau ASN Pemprov Riau Terlibat Jaringan Pengedar Narkoba? Urusannya Sama BNN
Istimewa
Ratusan pegawai di lingkungan Pemprov Riau mendadak tes urine di Kantor Gubernur Riau, Jalan Sudirman Pekanbaru, Rabu (15/1/2020). 

Kalau ASN Pemprov Riau Terlibat Jaringan Pengedar Narkoba? Urusannya Sama BNN

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akhirnya mengumumkan hasil tes urine pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Hasil cukup mengejutkan, dari 2.200 pegawai yang menjalani tes urine ditemukan ada 48 pegawai yang positif terindikasi menggunakan narkoba.

Sebelumnya, tes urine pada 2.200 pegawai itu dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau di tiga lokasi.

Yaitu Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Aula Satpol Pamong Praja dan Ruang Melati Kantor Gubernur Riau.

Dari 48 pegawai positif terindikasi menggunakan narkoba tersebut didominasi pegawai yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS.

Yakni sebanyak 25 orang.

Sedangkan sisanya 23 orang lagi adalah pegawai yang berstatus sebagai Tenaga Harian Lepas (THL).

Suki LW Hadirkan Paket Dim Sum Rp 12.500

"Tapi setelah dilakukan assessment, dari 25 ASN yang positif menggunakan narkoba itu ternyata ada 19 ASN yang terkonfirmasi mengkonsumsi obat dari dokter. Tapi itu tetap harus dibuktikan dengan adanya resep dokter," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Riau, Khairul Rizki, Senin (20/1/2020).

Pihaknya sudah menindaklanjuti hasil tes urine ini dengan berkoordinasi ke BKD Riau dan melaporkan ke gubernur Riau dan wakil gubernur Riau.

Halaman
123
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved