Kamis, 7 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Santuy, Ambyar, Pansos, hingga Bocil, Simak Kamus Gaul Terupdate 2020, Kamus Bahasa Gaul Terkini

Santuy, Ambyar, Barbar, Pansos, merupakan beberapa kata yang muncul dari pola komunikasi zaman sekarang.

Tayang:
Penulis: Hendri Gusmulyadi | Editor: Ilham Yafiz
tribun
Kumpulan kata-kata Gaul terpopuler 

Santuy, Ambyar, Pansos, hingga Bocil, Simak Kamus Gaul Terupdate 2020, Kamus Gaul Terkini

Santuy, Ambyar, Barbar, Pansos, merupakan beberapa kata yang muncul dari pola komunikasi zaman sekarang.

Tahun 2019 lalu, berbagai kata dan istilah kekinian muncul seiiring perkebangan pola komunikasi di Media Sosial (Medsos).

Anak muda yang biasa berkomunikasi menggunakan media sosial menggunakan kata dan kalimat baru yang mereka sebut sebagai bahasa gaul.

Ada banyak singkatan atau bahasa gaul yang akhir-akhir ini bermunculan, di antaranya adalah Bar Bar, Bocil, Ambyar, santuy, pansos, Ferguso, dan yang sedang trending di pencarian google saat ini adalah bucin.

Memang, kata-kata itu sama sekali di luar kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

Lebih dari itu, kata-kata ini nyaris tak pernah masuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Akan tetapi, faktanya "kata-kata aneh" ini ternyata lebih familiar di kalangan anak muda zaman sekarang. 

Berikut tribunpekanbaru.com sajikan daftar kamus gaul atau bahasa gaul anak-anak zaman now Indonesia yang terkenal saat ini:

1. Bar Bar

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata 'barbar' diartikan tidak beradab, bangsa yang belum beradab (sifatnya kasar dan kejam).

Melansir dari wikipedia, Bar Bar Adalah : Orang barbar (bahasa Latin: Barbarus, bahasa Belanda: Barbaar, bahasa Inggris: Barbarian) adalah manusia yang dianggap biadab atau primitif.

Istilah ini lazim digunakan sebagai suatu generalisasi (penyamarataan) berdasarkan stereotip (pemahaman berasaskan prasangka subjektif) yang beredar luas di tengah masyarakat.

Orang barbar dapat saja merupakan warga sebuah bangsa yang oleh sebagian pihak dinilai kurang beradab atau kurang tertata (misalnya masyarakat kesukuan), namun dapat pula merupakan anggota dari kelompok budaya "primitif" tertentu (misalnya kaum Nomad) atau kelas sosial tertentu (misalnya gerombolan bandit), baik di dalam maupun di luar bangsa si penilai.

Orang barbar malah dapat pula dikagumi dan diromantisasi menjadi orang liar budiman.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved