BKD Sudah Keluarkan Surat, ASN Pemprov Riau yang Positif Narkoba Dicopot dari Jabatannya

Untuk ASN dipastikan dicopot dari jabatan atau turun pangkat. Sedangkan untuk tenaga honor dan THL langsung dipecat.

BKD Sudah Keluarkan Surat, ASN Pemprov Riau yang Positif Narkoba Dicopot dari Jabatannya
Istimewa
Pegawai Pemprov Riau saat tes urine mendadak di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau, 15 Januari lalu. 

tribunpekanbaru.com - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau mengklaim sudah mengeluarkan surat pencopotan pejabat dari jabatannya, dan penundaan kenaikan pangkat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diketahui positif narkoba.

Hal ini diketahui dari hasil tes urine yang dilakukan BNN Riau beberapa waktu lalu, dan ditemukan ada 24 ASN Pemprov Riau yang positif narkoba.

"Bagi ASN yang positif narkoba, surat pencopotan dari jabatannya sudah kita keluarkan. Begitu juga dengan yang THL (Tenaga Harian Lepas), semuanya sudah dipecat," kata Kepala BKD Riau, Ikhwan Ridwan, Rabu (29/1).

Seperti diketahui, dari 2.200 pegawai yang sudah menjalani tes urine di tiga lokasi yaitu Kantor Dinas PU, aula Satpol PP, dan Ruang Melati Kantor Gubernur Riau beberapa waktu lalu, ditemukan ada 48 pegawai yang positif terindikasi menggunakan narkoba.

Dari 48 pegawai positif terindikasi menggunakan narkoba tersebut, didominasi pegawai yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS, yakni sebanyak 25 orang. Sedangkan sisanya 23 orang lagi adalah pegawai yang berstatus sebagai Tenaga Harian Lepas (THL).

"Tapi setelah dilakukan assesmen, dari 25 ASN yang positif menggunakan narkoba itu ternyata ada 19 ASN yang terkonfirmasi mengonsumsi obat dari dokter. Tapi itu tetap harus dibuktikan dengan adanya resep dokter," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Riau, Khairul Rizki.

Pihaknya sudah menindaklanjuti hasil tes urine tersebut dengan berkoordinasi ke BKD Riau, dan melaporkan ke Gubernur Riau serta Wakil Gubernur Riau. Sejauh ini, pegawai yang dinyatakan positif narkoba sudah diberikan sanksi. Mulai dari dicopot dari jabatannya, penurunan pangkat, hingga dipecat dengan tidak hormat.

"Kalau THL yang positif menggunakan narkoba itu tidak diperpanjang lagi kontraknya, dan langsung dipecat. Sedangkan untuk ASN, itu diberikan sanksi sesuai aturan. Yang memegang jabatan dicopot dari jabatannya, kalau staf akan diberikan sanksi penurunan pangkat," terangnya.

Pemerintah Provinsi Riau menyerahkan proses pengembangan kasus temuan pegawai Pemprov Riau yang positif mengkonsumsi narkoba ini kepada pihak BNN Riau. Termasuk apakah mereka terlihat dalam jaringan pengedar atau hanya sekadar pemakai narkoba saja.

"Itu ranah BNN, kalau Pemprov hanya sebatas menertibkan pegawai yang terindikasi positif narkoba. Jika masih diperlukan proses selanjutnya untuk pengembangan kasusnya, itu BNN lah. Kalau soal penyelidikan apakah ada yang mengarah ke pengedar, kita tidak ikut-ikutan, itu urusan BNN," kata Riski.

Halaman
123
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved