Berita Riau

Dinas Pertanian Bengkalis Riau Targetkan Vaksinasi 4.000 Ribu Sapi di Tahun 2020

Target tahun 2020 ini tidak jauh berbeda dibandingkan tahun 2019, yakni minimal 4.000 ekor sapi bisa divaksinasi.

Dinas Pertanian Bengkalis Riau Targetkan Vaksinasi 4.000 Ribu Sapi di Tahun 2020
istimewa
Petugas menyuntik sapi bali dengan vaksin jembrana. Program Dinas Pertanian Bengkalis tersebut sudah masuk tahun kelima di 2020 ini. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Awal tahun 2020 ini, Pemkab Bengkalis kembali melakukan vaksinasi tehadap sapi bali. Program ini sudah memasuki tahun kelima yang dilakukan Dinas Pertanian (Distan) Bengkalis.

Kepala Distan Bengkalis Tarmizi melalui Kepala Seksi Kesehatan Hewan (Keswan) Mardani, Kamis (30/1/2020) mengatakan, vaksin yang diberikan adalah vaksin jembrana. Distan mengalokasikan 8.800 vaksin jembrana di 11 kecamatan.

Sampai minggu ketiga ini, vaksinasi sudah dilakukan pada sekitar 1.200 ekor sapi. Untuk target tahun 2020 ini tidak jauh berbeda dibandingkan tahun 2019, yakni minimal 4.000 ekor sapi bisa divaksinasi.

"Tahun ini kami mengulang vaksinasi sapi bali seperti pada 2019 lalu. Kegiatan ini akan berlanjut hingga Desember 2020 mendatang," ungkap Mardani.

Sejak awal tahun ini belum ada laporan ditemukan sapi terserang penyakit jembrana. Sedangkan untuk tahun lalu itu ada ditemukan, tetapi sapinya adalah sapi masuk dari daerah lain, bukan berasal dari peternak yang ada di Bengkalis.

Robiatul Lima Kali Ikut Tes CPNS, Kendarai Motor Dua Jam dari Sabak Auh ke Lokasi SKD CPNS Siak Riau

Ciri-Ciri Korban Pembunuhan yang Ditemukan Dekat Sungai di Pekanbaru, Ada Bekas Tato di Lengan Kiri

Hanya 148 Peserta Hari Pertama yang Lulus Passing Grade Ujian CAT SKD CPNS 2019 Bengkalis

Untuk pasokan vaksin, pengadaannya sudah disiapkan sejak Oktober tahun anggaran 2019 lalu, dengan strategi pengadaan di akhir tahun untuk di awal tahun. Karena, untuk pemberian vaksin cukup efisien dimulai sejak November hingga Maret.

"Cara ini dilakukan juga melihat perubahan kondisi lingkungan, seperti hujan dan banjir. Serta, sebagai upaya mengantisipasi, dan agar tanda klinis atau virus itu tidak berkembang. Sehingga vaksinasi yang gencar atau dipadatkan di bulan-bulan tersebut," terang Mardani. (Tribunpekanbaru.com/muhammad natsir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved