Waspadai Kanker, Angkat Tahi Lalat Hingga Akar dengan Teknik Electrocauterisasi
Tahi lalat bisa saja menimbulkan daya tarik seseorang jika berada pada posisi yang tepat di sekitar wajah.
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: ihsan
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tahi lalat bisa saja menimbulkan daya tarik seseorang jika berada pada posisi yang tepat di sekitar wajah.
Namun tak jarang pula, bercak hitam kecoklatan ini mengganggu estetika. Entah itu di wajah atau bagian tubuh yang lain.
Dr Martha Saptariza Yuliea, MKes menyebutkan tahi lalat tak hanya satu pada bagian tubuh bahkan ada yang berkelompok.
"Kalau di tubuh ada 10-40 tahi lalat itu masih normal," kata Riza, sapaan akrabnya, Kamis (20/2/2020).
Ia menambahkan, tahi lalat ada yang berupa benjolan, ada juga rata dengan kulit. Sifatnya, ada yang aman atau tidak ganas atau mengarah keganasan (kanker melanoma).
Di luar konteks ganas atau tidaknya, keberadaan tahi lalat bisa mempengaruhi estetika.
Dikarenakan berkaitan dengan estetika, penanganan tahi lalat telah menjadi bagian dari tindakan di dunia kecantikan.
Dr Martha menyebutkan, tahi lalat bisa juga ditangani dokter kulit dan dokter umum yang memiliki keahlian di bidang ini. Pengangkatan tahi lalat karena alasan estetika dan kesehatan.
"Kalau yang jinak atau tidak ganas, tidak perlu diangkat atau dibuang. Tapi kalau mengarah keganasan, harus diangkat," kata Riza, pemilik Klinik Qatrunnada Skincare di Jalan Mandala Nomor 14, Tangkerang Tengah, Marpoyan Damai, Pekanbaru.
Dia menjelaskan, teknik penanganan tahi lalat dibedakan berdasar ukurannya. Untuk ukuran yang kecil, pengangkatan tahi lalat dengan cara electrocauterisasi.
Tindakannya menggunakan alat electrocauter. Ujungnya yang tumpul terbuat dari besi, dialiri listrik yang diubah menjadi energi panas.
Electrocauterisasi yakni membakar lapisan kulit tahi lalat hingga ke akar. Maka tahi lalat yang menempel terangkat dengan mudah.
Menurut dia, proses pembakaran akan menimbulkan rasa yang amat sakit. Sehingga perlu diawali dengan anestesi.
"Bagian kulit dianestesi dulu dengan krim. Sehingga pasien tidak terlalu kesakitan," imbuh Dokter Riza.
Berbeda untuk tahi lalat berukuran lebih besar. Pengerjaannya lebih rumit. Riza menyebutkan, pengangkatan dilakukan dengan bedah kecil atau eksisi. Bedah ini menggunakan pisau surgery.
"Jaringan tahi lalat dipotong. Termasuk kulit di sekitar tahi lalat juga dipotong," kata Riza.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/bedah-eksisi-tahi-lalat.jpg)