Bawa Botol Minum dari Rumah, EH Pekanbaru Ajak Kawula Muda Ramah Lingkungan
Earth Hour (EH) Pekanbaru mengkampanyekan gaya hidup ramah lingkungan atau green lifestyle.
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: ihsan
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Menjaga kelestarian lingkungan hendaknya dimulai dari diri sendiri, dengan hal-hal yang sederhana.
Hal inilah yang menjadi tujuan komunitas Earth Hour (EH) Pekanbaru. Mereka mengkampanyekan gaya hidup ramah lingkungan atau green lifestyle.
Earth Hour Pekanbaru merupakan cabang yang berpusat di Jakarta. Komunitas ini berada di bawah naungan World Wildlife Fund (WWF). Meski dinaungi WWF, Earth Hour tidak hanya fokus dengan pelestarian kawasan konservasi dan satwa.
Koordinator Divisi Online dan Dokumentasi Earth Hour Pekanbaru, Fachrul Reza Akbar mengatakan, gerakan gaya hidup ramah lingkungan dimulai dari komunitas sendiri. Para pengurus dan volunteer komunitas mesti menerapkan green lifestyle.
Ejak, sapaan akrab Fachrul Reza Akbar menyebutkan, kawula muda yang tergabung dengan EH memulai aksi dengan pengurangan sampah plastik.
Hal ini menyikapi kondisi Indonesia yang tercatat sebagai penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia.
Menurut Ejak, Pekanbaru juga menghadapi masalah soal sampah. "Sekarang anggota EH membawa botol minuman sendiri. Membawa tas belanjaan sendiri," kata dia mencontohkan penerapan green lifestyle di EH, Jumat (28/2/2020).
Mahasiswa semester VIII Hubungan Internasional Universitas Riau ini mengatakan, EH mengedukasi masyarakat tentang pelestarian lingkungan sekitar. Komunitas mengunjungi sekolah (visit school) dan berdiskusi dengan pelajar.
"Kita ajak para pelajar ini membuat pupuk kompos, prakarya memanfaatkan barang bekas," kata Nanda Indah, rekannya, menimpali. Ejak menambahkan, EH juga mengunjungi kampus-kampus (Road to Campus) seperti Unri, UIR. Kemudian berbicara di radio (Goes to Radio).
Ejak mengatakan, EH selalu ikut serta memperingati hari besar lingkungan. Seperti Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) yang diperingati 5 November setiap tahunnya.
Agenda rutin yang diadakan, kata Ejak, adalah Switch Off. Kegiatan ini diselenggarakan serentak di seluruh dunia sebagai bentuk kampanye hemat energi. Kegiatan ini berupa mematikan lampu selama 60 menit.
"Switch off tahun ini dilaksanakan pada Sabtu, pekan ketiga Maret. Mulai pukul 20.30 sampai 21.30," kata Ejak didampingi rekannya Ulfa Aprilianda dan Ali Syahban.
Ejak menjelaskan, tugas EH Pekanbaru ikut menyosialisasikan Switch Off kepada masyarakat.
Baik secara langsung maupun melalui media sosial. Kegiatan tersebut ditargetkan diikuti seluruh masyarakat.
Menurut Ejak, mematikan lampu selama 60 menit sekaligus menjadi gambar logo EH yakni 60+.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/earth-hour-eh-pekanbaru.jpg)