Tato Bola Mata, Nasib Wanita Ini Berakhir Tragis
Prosedur tato bola mata yang dilakukannya justru membuat wanita berusia 25 tahun itu mengalami kerusakan pada mata kanannya.
Melansir Daily Mail (14/5/2017), Disebut bahwa tindakan tato bola mata kemungkinan memiliki risiko jangka pendek dan jangka panjang.
Risiko jangka pendeknya yaitu sakit kepala dan kepekaan terhadap cahaya jika terlalu banyak tinta yang ditambahkan.
Sementara itu, risiko jangka panjangnya memang belum dapat dipastikan, namun tidak bisa diabaikan pula jika ada risiko kebutaan dan kehilangan mata karena infeksi.
Asosiasi Ahli Kacamata di Inggris menyarankan bahwa siapa pun yang mempertimbangkan tato bola mata harus berkonsultasi dengan klinik mata NHS sebelum memulai prosedur.
Mengutip gridhealth.id melansir NSW Health, risiko-risiko yang bisa terjadi dari tato bola mata, yaitu:
* Perforasi mata yang dapat menyebabkan kebutaan (sklera tebalnya kurang dari satu milimeter)
* Ablasi retina (kondisi medis mendesak yang dapat membuat pasien buta)
* Endoftalmitis (infeksi di dalam mata, yang dapat menyebabkan kebutaan)
* Ophthalmia simpatik (respons inflamasi autoimun yang memengaruhi kedua mata dan dapat menyebabkan kebutaan)
* Penularan virus yang ditularkan melalui darah (misalnya Hepatitis B dan C, dan HIV) dari peralatan yang tidak dibersihkan dengan benar
* Pendarahan dan infeksi di tempat suntikan
* Keterlambatan diagnosis kondisi medis karena warna sebenarnya dari sklera sekarang disembunyikan (misalnya penyakit kuning sering merupakan gejala pertama untuk banyak penyakit)
* Reaksi negatif terhadap tinta
* Sensitivitas terhadap cahaya
* Pewarnaan jaringan di sekitarnya karena migrasi tinta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/mentato-bola-mata.jpg)