Niat Puasa Ramadhan Dilakukan Setiap Hari atau Sekali Untuk Sebulan?
Berpuasa di bulan Ramadhan adalah salah satu ibadah wajib yang harus dilakukan oleh umat Muslim yang mampu berpuasa dan telah baligh.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Berpuasa di bulan Ramadhan adalah salah satu ibadah wajib yang harus dilakukan oleh umat Muslim yang mampu berpuasa dan telah baligh.
Puasa di bulan Ramadhan ini akan sah apabila memenuhi beberapa syarat.
Syarat sah puasa ini yang dirangkum dari berbagai sumber antara lain beragama Islam, tamyiz atau berakal, suci dari haid dan nifas bagi wanita, dan berpuasa pada waktunya.
Sementara itu ada dua rukun puasa Ramadhan yaitu niat dan menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa.
Puasa tidak sah apabila tidak melafalkan niat untuk menjalankannya.
Beberapa pendapat yang menyebutkan perkara mengenai niat berpuasa di Bulan Ramadhan ini.
Ada pendapat yang menyebutkan bahwa niat puasa cukup sekali dilakukan di awal bulan Ramadhan, ada juga yang menyebutkan bahwa niat puasa wajib dilakukan setiap malam.
Manakah dari kedua pendapat tersebut yang benar?
Dikutip dari TribunJabar, niat puasa Ramadhan yang dilakukan sekali untuk berpuasa sebulan penuh adalah pandangan dari Madzhab Hanafi.
Menurut pandangan Madzhab Hanafi tersebut, niat berpuasa yang dilakukan sekali untuk sebulan penuh di awal Ramadhan dinilai sah.
Namun seseorang tetap dianjurkan untuk melafalkan niat berpuasa setiap hari pada malam di Bulan Ramadhan.
Sedangkan pandangan yang menyebutkan niat puasa Ramadhan wajib dilakukan setiap malam datang dari Madzhab Syafi'i.
Madzhab Syafi'i ini disebutkan oleh Syekh Taqiyyuddin Abu Bakar bin Muhammad Al-Hishni dalam Kifayatul Akhyar.
Pandangan dari Madzhab Syafi'i ini menyebutkan bahwa niat puasa Ramadhan wajib dilakukan setiap malam.
Berikut penjelasan mengenai niat puasa yang disampaikan oleh Syekh Taqiyyuddin Abu Bakar bin Muhammad Al-Hishni dalam Kifayatul Akhyar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-puasa-ramadan.jpg)