Harga Emas Melejit, RFB Pekanbaru Optimistis Capai Target
Pasar perdagangan berjangka awal tahun ini dikejutkan dengan harga emas spot melonjak 2,22% ke US$ 1.609,41/troy ons.
Penulis: Dodi Vladimir | Editor: Ilham Yafiz
Harga Emas Melejit, RFB Pekanbaru Optimistis Capai Target
TRIBUNPEKANBARU.COM - Pasar perdagangan berjangka awal tahun ini dikejutkan dengan harga emas spot melonjak 2,22% ke US$ 1.609,41/troy ons.
Harga itu naik dari harga penutupan perdagangan di hari sebelumnya pada US$ 1.575,37/troy ons.
Kendati sempat melandai kembali pada 31 Januari 2020 ke level level US$ 1.589,8/troy ons, namun pada perdagangan Rabu, 19 Februari 2020, harga emas kembali bangkit ke level US$ 1.603,77/troy ons, menguat 0,13% di pasar spot.
Harga logam mulia ini telah mencapai level penutupan tertinggi sejak Maret 2013 atau tertinggi dalam 7 tahun terakhir.
Melesatnya harga emas, termasuk transaksi perdagangan berjangka Locogold (kontrak emas
berjangka) di PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) cabang Pekanbaru yang meningkat hingga 80 persen.
Sebanyak 80% transaksi di perdagangan berjangka RFB Pekanbaru ada di Locogold atau kontrak emas berjangka.
Adapun total volume transaksi RFB Pekanbaru hingga akhir 2019 meningkat 33,81% menjadi
180.757 lot dibandingkan tahun 2018.
Sementara dari sisi volume transaksi bilateral mencapai sebesar 40,20% menjadi 127.819 lot, dan volume transaksi multilateral tumbuh sebesar 20,53% menjadi 52.938 lot secara year on year.
Untuk total nasabah baru RFB Pekanbaru hingga 31 Desember 2019 mencapai 282 nasabah, naik 1,44% dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 278 nasabah.
Liwan, Pimpinan Cabang RFB Pekanbaru, mengatakan selalu ada peluang di balik tantangan.
Salah satunya, kata dia, berasal dari momen pergerakan harga emas sekarang kendati perseroan tetap prihatin dengan situasi meluasnya wabah Covid-19 saat ini.
"Berbicara pasar, sulit dipungkiri emas merupakan produk investasi yang selalu diburu di tengah situasi yang sedang volatil karena sifatnya safe haven.
Ketika dolar AS melemah maka emas akan naik, atau ketika ada gejolak resesi di beberapa negara, dan perstiwa besar yang membuat masyarakat dunia cemas, emas juga akan naik, demikian analisa sederhananya," kata Liwan, kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (19/3/2020).
Lebih lanjut ia menjelaskan, dengan kondisi harga emas yang diprediksi masih akan terus positif sampai akhir tahun 2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/harga-emas-spot-melonjak.jpg)