Minggu, 19 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

APD Virus Corona yang Diterima Indonesia Dari China Ternyata MADE INI INDONESIA, BNPB Angkat Bicara!

Heboh pemberitaan tentang alat pelindung diri (APD) yang dikirim dari China justru berlabelkan 'made in Indonesia'.

SCMP/Xinhua
APD Virus Corona yang Diterima Indonesia Dari China Ternyata MADE INI INDONESIA, BNPB Angkat Bicara! 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Wabah Virus Corona yang melanda Indonesia membuat China khawatir.

Apalagi, wabah tersebut pernah merenggut ribuan rakyatntya ketika Virus Corona menggila di Kota Wuhan.

Baru-baru ini, China mengirim bantuan APD untuk paramedis di Indonesia yang berjibaku menangani pasien infeksi virus Corona.

Namun, belakangan ini heboh pemberitaan tentang alat pelindung diri (APD) yang dikirim dari China justru berlabelkan 'made in Indonesia'.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo menjawab pertanyaan terkait alat pelindung diri (APD) dari Cina yang bertuliskan 'Made in Indonesia.'

Ilustrasi penyemprotan dalam pencegahan wabah virus corona
Para medis menggunakan atribut APD saat melakukan penyemprotan disenfektan dalam pencegahan wabah virus corona (Ilustrasi Kompas.com/Ika Fitriana)

Pertanyaan itu belakangan marak ditujukan kepadanya.

Agus menjelaskan hal tersebut lewat akun Twitter pribadinya @aw3126, Selasa (24/3/2020).

Terkait hal tersebut, Tribunnews mendapatkan izin Agus untuk mempublikasikan penjelasannya itu.

"Silakan," kata Agus ketika dikonfirmasi Tribunnews, Selasa (24/3/2020).

Dalam cuitannya, ia mengatakan selama dua hari belakangan mendapat banyak pertanyaan dari media kenapa APD yang diimpor ada tulisan 'Made in Indonesia.'

Menurut Agus, pabrik APD memang banyak berada di Indonesia.

Petugas medis menggunakan perlengkapan APD mengevakuasi jasad WNA di Bali
Petugas medis menggunakan perlengkapan APD mengevakuasi jasad WNA di Bali (Tribun Bali)

Tidak hanya APD, banyak produk terkenal seperti pakaian, sepatu, tas, dan lain-lain yang pabriknya juga berada di Indonesia.

Agus mengatakan, pabrik di Indonesia banyak membuat produk terkenal luar negeri.

Namun, pabrik tersebut hanya berperan sebagai penjahit, sedangkan bahan baku hampir seluruhnya dari pemilik merek tersebut.

"Sedangkan Indonesia hanya diminta untuk menjahit dan merapikannya agar jadi APD yang siap pakai," papar Agus dalam cuitannya.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved