Minggu, 26 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Negaranya Terapkan Lockdown, PSK Thailand Terpaksa Ambil Risiko demi Kebutuhan Hidup

Lockdown yang diterapkan di Thailand membuat keramaian menghilang, dan Pekerja Seks Komersial ( PSK) terpaksa ambil risiko demi penuhi kebutuhan hidup

Editor: M Iqbal
Intisari Online
Ilustrasi PSK 

Ditengah wabah Virus Corona yang telah menjadi pandemi global, sejumlah PSK di Thailand terpaksa harus tetap mencari pelanggan. Meskipun takut tertular hal tersebut harus dilakukan sehingga bisa membayar sewa kamar dan membeli makanan.

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKOK - Lockdown yang diterapkan di Thailand membuat keramaian menghilang, dan Pekerja Seks Komersial ( PSK) terpaksa ambil risiko demi penuhi kebutuhan hidup.

Pim contohnya, PSK yang ditemui AFP ini ketakutan karena sangat butuh pelanggan untuk membayar sewa tempat tinggalnya.

Distrik lampu merah dari Bangkok ke Pattaya menjadi sepi, dengan kelab malam dan panti pijat ditutup dan turis dilarang masuk.

Situasi ini menyebabkan sekitar 300.000 PSK kehilangan pekerjaan, membuat mereka "turun" ke jalan yang berisiko tertular virus corona.

Jual Cincin, Wanita di Aceh Ini Sumbangkan Masker dan Hand Sanitizer ke Driver Ojol dan Tukang Becak

"Aku takut tertular tapi aku perlu mencari pelanggan untuk membayar sewa kamar dan membeli makanan," kata Pim (32) seorang PSK transgender.

Di Bangkok yang sebelumnya dihiasi gemerlap lampu neon, kini senyap dengan bar dan rumah bordil sudah tutup.

Sejak Jumat (3/4/2020) Thailand menerapkan jam malam dari pukul 22.00 sampai 4.00 pagi keesokan harinya. Bar dan restoran sudah tutup beberapa hari sebelumnya.

Imbas Wabah Virus Corona, 139.288 Pekerja di Jakarta Kena PHK dan Dirumahkan

Biasanya banyak PSK Bangkok bekerja di bar, mendapat tip lalu pulang dengan pelangganya.

Ketika tempat kerja mereka tiba-tiba ditutup, sebagian besar kembali ke rumah sembari menanti wabah virus corona usai.

Sementara itu yang lainnya seperti Pim turun ke jalanan mencari pelanggan.

Pim turun ke jalan dengan risiko tinggi karena melanggar aturan jam malam. Dia menuturkan belum punya pelanggan selama 10 hari dan tagihannya menumpuk.

Dievakuasi Petugas Menggunakan APD, Pria yang Meninggal di Masjid di Ciamis Bukan Karena Corona

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved