Virus Corona di Riau
FEATURE - RITUAL Adat Pengobatan Kampung Talang Mamak Tolak Datangnya Wabah Covid-19, Ini Ritualnya
Gilung, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mengungkapkan ritual pengobatan kampung tersebut digelar
Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: Nolpitos Hendri
TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - 'Yang di sebut kan menolak segajian balak yang di sungkup langet yang di tanai gumi di umat hamba Allah, selantak parit salingkung kota sebuah suku talang mamak'.
Itu adalah sepenggal kalimat yang diucapkan Batin Talang Mamak ketika menggelar ritual pengobatan kampung pada Sabtu (4/4/2020).
Ritual tersebut digelar dengan maksud menghalau wabah agar tidak sampai ke tanah mereka.
Melihat dari situasi saat ini, warga Talang Mamak berdoa agar pandemi virus Covid-19 tidak sampai ke tanah mereka.
Gilung, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mengungkapkan ritual pengobatan kampung tersebut digelar di Desa Talang Perigi, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Inhu.
Inti dari ritual tersebut adapah melepas kambing hitam ke hutan keramat sebagai persembahan bagi leluhur suku Talang Mamak.
"Di hutan keramat itu dulu leluhur Talang Mamak raip atau hilang," kata Gilung.
Gilung menjelaskan sebelum prosesi pelepasan kambing terlebih dahulu digelar sejumlah tahapan ritual.
Semenjak pagi hari perempuan-perempuan Talamg Mamak menyiapkan sejumlah syarat ritual, antara lain daun layur, limas asap, penang, kapur, sirih, gambir, tembakau, beras kunyit, dan kemenyan.
"Kemudian seluruh syarat itu dibawa oleh Batin, Mangku, Ketua Adat masyarakat Talang Mamak, ke dalam hutan keramat," kata Gilung.
Sebanyak 25 orang para tokoh adat Talang Mamak yang berangkat ke hutan keramat.
Sesampainya di hutan keramat, Mangku mengatur syarat ritual pengobatan kampung.
Ritual diawali dengan membakar kemenyan.
Selanjutnya, batin memanjatkan doa kepada leluhur mereka dan dilanjutkan dengan melepas kambing hitam.
Persembahan kambing hitam kepada leluhur itu dimaksudkan agar leluhur melindungi mereka dari segala wabah.
"Setelah selesai ritual di hutan keramat, maka selanjutnya para tokoh adat pulang ke rumah batin," kata Gilung. Di rumah Batin, digelar acara penegakan hukum sesuai dengan adat Talang Mamak. "Batin juga berdoa secara adat untuk membuang marabahaya yang masuk ke dalam kampung," kata Gilung.
Gilung menjelaskan ritual ini tidak pernah dilakukan selama 40 tahun belakangan.
"Sekitar 40 tahun lalu ada wabah yang menimpa suku Talang Mamak. Menurut cerita orang tua di Talang Mamak, dalam satu bulan itu sampai 100 orang meninggal, jadi waktu itu dilakukan pengobatan seperti ini," kata Gilung.
Gilung tidak bisa menjelaskan apa nama wabah tersebut.
Namun penderitanya mengalami sakit perut.
Akibat minimnya pelayanan kesehatan untuk suku Talang Mamak ketika itu, sehingga penderita hanya mampu bertahan dalam kurun waktu sehari semalam.
Gilung menyampaikan wabah Covid-19 hingga kinu belum melanda tanah Talang Mamak.
Namun ritual tersebut digelar sebagai bentuk kesiapan masyarakat Talang Mamak.
Gilung menyampaikan, Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada acara-acara adat masyarakat Talang Mamak.
Padahal sisi kehidupan masyarakat Talang Mamak tak dapat dipisahkan dari adat.
Pandemi Covid-19 membuat sejumlah acara-acara adat masyarakat Talang Mamak terhenti, salah satunya adat pernikahan.
Seperti kata Gilung, bahwa akibat pandemi Covid-19 para Batin tidak dapat membuat perjanjian untuk mengatur jadwal pelaksanaan acara adat pernikahan.
Gilung menyampaikan bahwa Batin memegang peran penting dalam penentuan tanggal pelaksanaan acara adat.
"Sebelum acara adat digelar harus ada permisi dulu ke Batin, prosesnya dari warga Talang Mamak menjumpai ninik mamak, kemudian ninik mamak menemui ketua adat, ketua adat ke mangku, lalu mangku menyerahkan pesirihan ke batin," kata Gilung.
Dalam pesirihan yang diserahkan itu terdapat daun sirih, pinang, tembakau, gambir, dan kapur.
"Apa yang sudah ditetapkan dengan perjanjian bersama para batin, tidak boleh dirubah. Apabila dirubah, maka akan ada efek buruknya ke depan," ujar Gilung tentang sakralnya sebuah perjanjian sebelum acara adat bagi Suku Talang Mamak.
Namun karena pandemi Covid-19 yang semakin meluas, pemerintah pusat hingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhu beserta aparat berwenang mengimbau warga agar tidak menggelar acara yang mengumpulkan orang dalam jumlah besar.
Pembatasan itu juga berdampak pada ditundanya sejumlah acara adat Suku Talang Mamak.
"Beberapa waktu lalu ada acara adat di Rakit Kulim yang tetap digelar karena imbauan dari pemerintah itu terlambat diterima oleh masyarakat di sana, sementara itu mangku dan batin sudah berjanji maka acara tetap dilanjutkan," kata Gilung.
Kata Gilung acara adat pernikahan tetap dilanjutkan namun warga tidak diperbolehkan berkerumun.
Namun setelah imbauan pemerintah tersebut diterima, maka seluruh tokoh adat Talang Mamak sepakat untuk menunda pelaksanaan acara adat.
Namun khusus acara adat kematian tetap digelar dengan kehadiran beberapa tokoh adat.
"Kalau acara kematian kan tidak bisa ditunda," kata Gilung.
Sementara itu, terkait larangan orang berkerumun dalam jumlah banyak sudah dibuktikan melalui tindakan tegas yang dilakukan oleh aparat Kepolisian Polsek Batang Gansal.
Pada tanggal 01 Maret 2020 lalu sempat digelar acara adat sabung ayam di rumah seorang pemangku adat Talang Mamak di Desa Siambul, Kecamatan Batang Gansal, Inhu.
Sesuai dengan imbauan dari pemerintah, maka aparat Kepolisian Polsek Batang melakukan pembubaran guna pencegahan penyebaran virus Covid-19 dengan pendekatan persuasif.
"Pada kesempatan itu kita menyampaikan imbauan agar warga menghindari kerumunan atau berkelompok guna menekan penyebaran Virus Covid-19 atau Corona dan gunakan masker kemanapun berpergian dan tetap tinggal dirumah," kata Kapolres Inhu, AKBP Efrizal melaui Ps Paur Humas Polres Inhu, Aipda Misran.
Misran melanjutkan agar warga senantiasa menjaga dan meningkatkan kebersihan diri perorangan dirumah atau tempat tinggal serta lingkungan.
Warga juga diimbau agar menjaga dan memelihara kesehatan dengan berolahraga yang cukup serta minum dan makan makanan yang mengandung nutrisi dan bervitamin untuk meningkatkan imun tubuh.
Ritual Adat Talang Mamak - Tribunpekanbaru.com / Bynton Simanungkalit
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/feature-ritual-adat-pengobatan-kampung-talang-mamak-tolak-datangnya-wabah-covid-19-ini-ritualnya.jpg)