Senin, 13 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Sumur Milik Ngatini Ambles, Eko Dengar Suara Gemuruh dari Dalam Tanah 

Sekitar pukul 14.00 WIB sumur yang memiliki kedalaman sekitar 15 meter itu amblas ke dalam tanah, dan membentuk kubangan.

Editor: M Iqbal
KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO
Sumur Milik Ngatini, Warga Desa Gedangrejo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, yang Ambles Rabu (8/4/2020)(KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO) 

"(tiga hari lalu) hujan deras, Dari malam, siang, hingga pagi lagi terdengar suara glur sekitar sumur. Hingga siang ini tadi pun masih terdengar suara," kata Eko

TRIBUNPEKANBARU.COM, YOGYAKARTA - Sumur milik Ngatini (70), warga Dusun Plumbungan, Desa Gedangrejo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, amblas diduga karena munculnya sinkhole.

Lubang semakin meluas sejak muncul hari Selasa (7/4/2020). 

Dari pengamatan Kompas.com, Rabu (8/4/2020), sumur berada di sebelah kiri belakang rumah milik Ngatini.

Polsek Tapung Bagi-Bagi Sembako ke Masyarakat Tidak Mampu

Sumur sudah tidak terbentuk karena sudah berbentuk persegi mirip kolam ikan dengan lebar sekitar 2,5 meter dan panjang sekitar 3 meter dengan kedalaman sekitar 2 meter.

Warga inisiatif menutup lubang dengan berbagai dedaunan dan pohon pisang. 

Ketua RT 05 Dusun Plumbungan Edi Eko Purwanto mengatakan, dari rumahnya yang hanya berjarak beberapa meter dari rumah Ngatini terdengar suara gemuruh dari dalam tanah yang bersumber dari sekitar sumur, sejak tiga hari terakhir.

"(tiga hari lalu) hujan deras, Dari malam, siang, hingga pagi lagi terdengar suara glur sekitar sumur. Hingga siang ini tadi pun masih terdengar suara," kata Eko ditemui di sekitar sumur milik Ngatini, Rabu.

Puncaknya, pada Selasa siang, sekitar pukul 14.00 WIB sumur yang memiliki kedalaman sekitar 15 meter itu amblas ke dalam tanah, dan membentuk kubangan.

"Kebetulan saya melihat langsung sumur itu ambles ke dalam tanah, suaranya glur gitu," ucap Eko.

Bersama warga, dirinya berinisiatif menutup sumur dengan daun dan pohon untuk mengantasipasi amblesan.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan petugas kepolisian untuk memasang garis polisi, agar masyarakat tidak mendekat.

"Awalnya amblesan hanya di sekitar bibir sumur, sekarang terus melebar, sudah menhubungi BPBD agar ditangani," kata Eko  

Ngatini mengatakan, dirinya sudah 30 tahun membangun sumur dengan kedalaman sekitar 15 meter.

Sumur itu biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. "Sekarang minta ke rumah Pak Eko karena di rumah cuma saya saja," ucap Ngatini. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved