Wabah Virus Corona
Malaysia Perpanjang Lockdown Hingga 28 April 2020, Ribuan TKI Terancam Kelaparan
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan perpanjangan lockdown di negara itu hingga 28 April mendatang.
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Rinal Maradjo
TRIBUNPEKANBARU.COM - Malaysia memperpanjang masa Lockdown hingga dua pekan mendatang. perpanjangan Lockdown di Malaysia itu berlaku dari tanggal 15 April 2020 hingga 28 April 2020 mendatang.
Pengumuman perpanjangan Lockdown di Malaysia itu disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin pada Jumat (10/4/2020) di Kantor Perdana Menteri di kawasan Putra Jaya, Kualalumpur.
"Perlu beberapa bulan ke depan sebelum kami bisa mengatakan kita terbebas dari virus corona,” ujar Muhyiddin Yassin seperti dikutip dari Reuters.
Sebelumnya, Malaysia sudah memberlakukan lockdown sejak 18 Maret lalu.
Sejak diberlakukannya lockdown di negara jiran itu, seluruh warga dilarang keluyuran di sembarang tempat.
Tak main-main, bagi yang melanggar, pemerintah Malaysia menerapkan hukuman kurungan penjara atau denda 1000 Ringgit Malaysia, sekitar RP 3.5 juta.
Dengan perpanjangan Lockdown di Malaysia itu membuat ratusan ribu tenaga kerja asal Indonesia menganggur dan sebagian di antara mereka mengaku khawatir bakal kelaparan.
Di antara para tenaga kerja yang mengatakan khawatir termasuk Lilis, yang selama enam tahun terakhir telah menjadi tulang punggung keluarganya di Indonesia.
Seperti dikutip dari Kompas.com , perempuan berusia 30 tahun itu biasa bekerja untuk majikan yang punya usaha kedai di kawasan Taman Tenaga, Cheras, Selangor.
Ia diliburkan lantaran pemerintah Malaysia memberlakukan Kawalan Pergerakan, dalam upaya meminimalisir penyebaran virus corona.
"Rata-rata kami di sini di Taman Tenaga, Cheras ini bekerja di kedai makan atau restoran. Jadi kami di sini semua hanya berharap pada gaji sehari-hari."
Sedangkan imbas dari lockdown ini, kita terpaksa harus cuti atau tinggal di rumah mengikuti arahan pemerintah Malaysia," keluh Lilis melalui sambungan telepon pada Jumat malam (27/3/2020).
• Ini 8 Gejala Terinfeksi Virus Corona. Anda Merasakan Keluhan? Segera Hubungi Call Center 0761-23810
• Benteng Virus Corona di NTT & Gorontalo Akhirnya Jebol, Covid-19 Dibawa dari Jakarta dan Gowa
Dengan mengikuti arahan pemerintah Malaysia, maka Lilis tak lagi berpenghasilan padahal ia perlu membeli makan dan membayar sewa kamar.
Ia khawatir ancaman kelaparan semakin dekat sebab masa karantina diperpanjang.
Lilis tidak sendiri.
Nurwahid biasanya bekerja sebagai petugas kebersihan di Negara Bagian Selangor, tetapi sudah dua minggu ini ia menganggur dan juga akan tetap menganggur selama setidaknya dua minggu berikutnya.
Selama ini sekitar 50% dari pendapatannya per bulan ia kirim ke Indonesia untuk menafkahi istri beserta dua orang anak mereka dan juga orang tuanya.
Kini tidak hanya kiriman rutin ke keluarga di Indonesia yang terhenti, tetapi Nurwahid harus berhemat.
"Kadang jarang makan nasi. Yang sering masak indomie sama nasi. Itu juga yang dilakukan oleh kawan-kawan serumah sewaan ini."
Minta Bantuan Sembako
Apa yang dialami Lilis dan Nurwahid pada umumnya berlaku bagi para tenaga kerja Indonesia lainnya di Malaysia sejak diberlakukan karantina wilayah karena pandemi virus corona ini.
Mereka yang lebih terlindungi mungkin adalah pekerja domestik yang tinggal bersama majikan, setidaknya keperluan makan dan tempat tinggal sudah disediakan.
Adapun mereka yang tidak ditanggung majikan mengaku berisiko kelaparan.
Tenaga kerja yang selama ini menjadi pemberi nafkah keluarga di Indonesia sampai perlu membuat seruan permintaan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) melalui video kepada pemerintah Indonesia.
"Kami betul-betul memohon terhadap pemerintah Indonesia, perhatiannya sangat diharapkan, dan bantuannya sangat diharapkan oleh kami, semua pekerja migran Indonesia yang berada di Malaysia."
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur mengaku sudah mengetahui permintaan bantuan, namun mengaku belum mampu menjangkau semua WNI yang memerlukan uluran tangan.
Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya, Agung Cahaya Sumirat, mengatakan KBRI telah menyalurkan bantuan makanan berupa beras, mi dan sarden.
Sejak penyaluran bantuan bahan pokok dimulai Kamis (26/03) hingga Jumat (27/03), sekitar 500 WNI di kawasan Kuala Lumpur dan Selangor.
"KBRI memberikan sejumlah bantuan bahan pokok yang telah dimulai sejak tanggal 26 Maret hingga hari ini dan Insya Allah akan kami lanjutkan sampai batas kemampuan maksimal kami dengan menimbang situasi kawalan pergerakan yang ditetapkan telah diperpanjang oleh pemerintah Malaysia," jelas Agung Cahaya Sumirat dalam wawancara dengan wartawan BBC News Indonesia, Rohmatin Bonasir.
Yang kedua, lanjutnya, KBRI juga bekerja sama dengan organisasi massa (ormas) Indonesia yang ada di Malaysia untuk mendorong mereka menggalang bantuan logistik bagi WNI yang mengalami kesulitan.
"Dan KBRI membantu membuatkan surat pengantar perjalanan dengan harapan ketika para petugas ormas ini mendistribusikan barang, tidak dihentikan oleh pihak keamanan Malaysia." katanya.
Di antara ormas yang terjun, lanjutnya, adalah Muhammadiyah dan NU.
Ditambahkan oleh Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya, Agung Cahaya Sumirat, KBRI berusaha maksimal memberikan bantuan,
tetapi volume pembelian bahan pokok di supermarket Malaysia juga dibatasi, di samping berlaku pula pembatasan pergerakan orang.
Secara resmi, pemerintah Malaysia memerintahkan kepada para majikan dan perusahaan untuk tidak memotong gaji atau bahkan tidak sampai menggaji pekerja yang terpaksa diliburkan.
Namun banyak majikan tidak menggaji karyawan karena usaha mereka juga tutup. ( Tribunpekanbaru.com / Kompas.com )
Sebagian dari berita ini sudah terbit di Kompas.com pada tautan sebagai berikut : Malaysia Perpanjang Lockdown Hingga 28 April 2020, Ribuan TKI Terancam Kelaparan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kualalumpur-malaysia.jpg)