Berita Riau
Berpengaruh Pada Penanganan Covid-19, Baru 45 Desa di Kampar Riau Terima Pencairan Dana Desa
Kadis PMD Kampar, Febrinaldi Tridarmawan mengatakan, baru 45 desa yang anggaran DD-nya cair. Masih ada 163 desa yang baru diteruskan ke BPKAD.
Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: Nurul Qomariah
BANGKINANG, TRIBUN - Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi izinkan penggunaan Dana Desa (DD) untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Selain itu kementerian juga menginstruksikan DD di prioritaskan untuk atasi covid-19.
Namun demikian di Kabupaten Kampar terkait Dana Desa ini masih menjadi dilema pemerintahan desa.
Masih banyak desa yang belum menerima pencairan dana desa tahap pertama.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kampar, Febrinaldi Tridarmawan, Senin (20/4/2020) mengatakan, baru 45 desa yang anggaran DD-nya cair.
Ditambahkannya, dana sudah disalurkan ke rekening kas desa dan bisa segera dipergunakan untuk penanganan covid-19.
Sementara itu hingga kini masih ada 163 desa yang baru diteruskan ke BPKAD.
Sisanya sebanyak 79 desa masih proses di kecamatan dan desa.
"Proses yang berjalan lambat tersebut tiada kendala berarti sejauh ini, hanya saja ada yang perlu disesuaikan," ungkapnya.
Menurutnya, kondisi ini sedikit banyak berpengaruh ke desa, terutama dalam hal penanganan covid-19.
Namun demikian, aparat desa juga sudah berbuat banyak sejauh ini melalui relawan desa.
Febrinaldi menuturkan, lambatnya proses karena adanya perubahan regulasi penggunaan DD yang saat ini diinstruksikan untuk fokus penanganan covid-19.
Adanya perubahan regulasi ini membuat pemerintahan desa mesti merubah APBDes yang telah disusun.
Dalam regulasi tentang penggunaan DD tahun 2020 pemerintah desa mesti meprioritaskan untuk padat karya tunai dan pencegahan penyebaran covid-19.
Bupati Kampar Berterimakasih Atas Bantuan APD
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/bupati-catur-terima-bantuan-apd.jpg)