Kamis, 7 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Rumah Hantu Tempat Karantina Pemudik Bandel, Mengaku Didatangi, Dua Hari Nangis Terus Minta Pulang

Rumah hantu itu disiapkan pemerintah desa dan tim Satgas Covid-19 Desa Sepat bagi para pemudik yang tidak tertib menjalani karantina mandiri di rumah.

Tayang:
Editor: M Iqbal
YouTube
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SOLO - Pemudik bandel yang tidak tertib menjalani karantina mandiri di rumah di Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah bakal di karantina di rumah hantu.

Rumah hantu ini memang disiapkan pemerintah desa dan tim Satgas Covid-19 Desa Sepat.

Tiga orang pemudik yang sedang menjalani karantina di rumah hantu tersebut 'menyerah' setelah mereka mengaku didatangi sosok hantu.

Kepala Desa Sepat, Mulyono mengatakan, tiga pemudik tersebut merupakan warga Desa Sepat.

Mereka baru pulang mudik masing-masing dari Jakarta, Lampung dan Kalimantan.

Karena dianggap tidak tertib saat menjalani karantina mandiri di rumahnya masing-masing, ketiganya dijemput tim Satgas Covid-19 Desa Sepat untuk menjalani karantina di rumah hantu.

Larangan Mudik Telah Diberlakukan, Mahfud MD Ungkap Penegakan Hukum ke Pemudik Bakal Semakin Ketat

Baru beberapa hari menjalani karantina di rumah hantu, ketiga pemudik meminta dipulangkan ke rumahnya masing-masing. 

"Dua hari mereka nangis-nangis terus. Tiap malam malam katanya didatangi dan dibayang-bayangi hantu di rumah hantu," kata Mulyono, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (25/4/2020).

Setelah kejadian itu, orangtua para pemudik menemui Mulyono tiga kali memohon agar anaknya tersebut dapat menjalani karantina mandiri di rumah selama 14 hari.

Mulyono tidak begitu saja mengabulkan permohonan mareka.

Akhirnya dengan petimbangan dan komitmen orangtua untuk mengawasi anak-anaknya karantina mandiri di rumah, ketiganya dilepaskan untuk menjalani karantina di rumah.

"Orangtuanya setuju untuk membantu dan mengawasi anaknya karantina mandiri di rumah akhirnya kita lepaskan dari rumah hantu," ujar dia.

Mulyono mengatakan, rumah hantu yang disediakan untuk karantina bagi pemudik bandel tersebut memanfaatkan bangunan bekas gudang tas.

Gudang tas ini sudah sekitar 10 tahun dibiarkan kosong.

Kisah Pekerja Harian Terdampak Corona, Tempat Bekerja Tutup, Tak Bisa Bayar Kos Tidur di Emperan

"Niat kita membuat rumah hantu ini adalah untuk karantina bagi pemudik yang bandel menjalani karantina mandiri di rumah," ungkap dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved