Waduh, Data Menunjukkan Presentase Orang Positif Covid-19 Tanpa Gejala Cukup Tinggi
Sekitar 60 persen orang yang terjangkit Covid-19 ternyata tanpa memiliki gejala alias Orang Tanpa Gejala (OTG).
TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Patut diwaspadai, sekitar 60 persen orang yang terjangkit Covid-19 ternyata tanpa memiliki gejala alias Orang Tanpa Gejala (OTG).
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo mengatakan, sebanyak 4.877 orang dari total 8.211 pasien terdata tidak dengan gejala.
"Ternyata 60 persen orang yang positif Covid-19 tidak menunjukkan gejala," ujar Agus Wibowo melalui keterangan tertulis, Minggu (26/4/2020).
Agus memaparkan, warga yang terlihat memiliki gejala Covid-19 pada umumnya sebanyak 3.333 orang atau 40,6 persen.
Warga yang memiliki gejala itu dengan rincian batuk 628 orang (18,8 persen), demam 461 (13,8 persen), demam ringan 395 (11,8 persen), sesak napas 345 (10,3 persen), pilek 298 (8,9 persen).
• Alhamdullilah, Dua PDP Bengkalis Riau Dinyatakan Sembuh Usai Dirawat Intensif di Rumah Sakit
• ASN Diskominfo Inhu Riau Bantu Suami Edarkan Sabu-sabu,Bertugas Cari Pembeli, Rumah Digerebek Polisi
• Positif Virus Corona, Pengantin Baru Ini Jalani Isolasi Mandiri di Rumah
Kemudian, sakit tenggorokan 282 (8,5 persen), lemah 241 (7,2 persen), sakit kepala 186 (5,6 persen), mual 144 (4,3 persen), keram otot 140 (4,2 persen), dan menggigil 82 (2,5 persen).
Agus juga menjelaskan, penderita Covid-19 juga memiliki penyakit lain. Mulai dari pneumonia (48,2 persen), hipertensi (17,8 persen), diabetes (12,2 persen), PPOK (7,8 persen), jantung (6,2 persen).
Oleh karena itu, Agus mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah dengan melakukan aktivitas di rumah saja seperti bekerja, belajar, dan beribadah, menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, tidak mudik, dan anjuran lainnya.
"Mungkin saya atau anda bisa juga jadi OTG, sehingga perlu melakukan anjuran pemerintah," ujar Agus.
BNPB dan Kemenkes Kirim 3 Jenis Alat Uji Sampel
Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) dan Kementerian Kesehatan mengirim tiga jenis peralatan uji sampel Covid-19 ke DKI Jakarta hingga Jawa Timur.
Alat-alat tersebut tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dari China pada Sabtu (25/4/2020).
"Setibanya di gudang berpendingin, BNPB dan Balitbang Kementerian Kesehatan mendistribusikan peralatan uji sampel tersebut kepada BPBD DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo melalui keterangan tertulis.
Ketiga alat tersebut terdiri dari kit Viral RNA Isolation, kit Multiplex Real-time PCR, dan viral transport medium.
Fungsi ketiganya saling terkait. Agus menuturkan, kit Viral RNA Isolation adalah kit ekstraksi RNA untuk mengamplifikasi virus RNA.
Kemudian, alat kedua adalah reagen untuk pemeriksaan virus corona melalui metode polymerase chain reaction (PCR).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-corona-covid-19.jpg)