Virus Corona di Riau
Data Masyarakat Terdampak Covid-19, Penerima Bansos di Kuansing Diverifikasi Ulang, Ini Datanya
Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kuansing telah menerima data penerima bantuan sosial (Bansos) akibat Covid-19.
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: Ilham Yafiz
TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kuansing telah menerima data penerima bantuan sosial (Bansos) akibat pandemi covid-19 yang masih terjadi.
Namun Diskopdagrin meminta data tersebut diverifikasi ulang sebab masih banyak yang perlu diperbaiki.
Dari data yang ditunjukkan Diskopdagrin Kuansing, data yang diminta diverifikasi ulang tersebut berjumlah 38.101 KK penerima.
Data tersebut terdiri dari keluarga miskin dan keluarga yang terdampak yakni kesukitan ekonomi akibat covid-19. Diskopdagrin memang ditugas untuk mendata hal tersebut.
Dari data tersebut, penerima Kecamatan Kuantan tengah terbanyak yakni 5.933 KK. Disusul Kecamatan Kuantan Mudik 3.521 KK. Pangean sebanyak 3.388 KK dan Sentajo Raya sebanyak 3.256 KK.
Kecamatan Inuman sendiri sebanyak 3.155 KK. Benai sebanyak 2.423 KK, Kuantan Hilir 1.988 KK dan Kuantan Hilir Seberang 1.298 KK.
Kecamatan Cerenti sebanyak 2.298 KK, Gunung Toar 1.843 KK, Hulu Kuantan 1. 331 KK, Singing 2.082 KK, Singingi Hilir 2.052 KK, Pucuk Rantau 1.246 KK dan Logas Tanah Darat sebanyak 2.287 KK.
"Itu data sementara dan kita minta diverifikasi ulang," kata Kepala Diskopdagrin, Drs Azhar MM, Selasa (28/4/2020).
Azhar mengatakan pihaknya meminta data tersebut diverifikasi ulang sebab masih ada warga yang tak seharusnya mendapatkan justru mendapat. Misalnya, orang kaya.
"Ada orang kaya masih dapat. Tidak perlu saya sebut namanya. Ada yang pensiunan PNS dapat. Padahal istrinya masih aktif PNS," terangnya.
Selain itu, katanya, dalam data tersebut belum disertakan nomor induk kependudukan (NIK) penerima. Bila tidak ada NIK, maka tidak akan bisa memantau bila ada penerima yang ganda.
"Selain itu kita minta yang masuk PKH (Program Keluarga Harapan) masuk semua. Ini sebagain ada masuk dan sebagian ngak dimasukkan," terangnya.
Ada dua kategori penerima bantuan ini. Yakni keluarga miskin dengan indikator penghasilan dibawah Rp 1,5 juta. Kedua, keluarga yang terdampak yakni kesukitan ekonomi akibat covid-19. Ketegori kedua ini seperti yang berjualan di sekolah, mengantar kue ke sekolah atau kedai kopi, tukang ojek, korban PHK sementara, petani karet dan lainnya.
Azhar mengatakan data hasil verifikasi ulang bisa saja bertambah atau pun berkurang dari data tersebut. Sebab ada data PKH yang belum dimasukkan dan ada pulang yang yang tidak selayaknya masuk, justru dimasukkan.
"Jadi kita lihat data hasil verifikasi ulang nanti," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kepala-diskopdagrin-kabupaten-kuantan-singingi-drs-azhar-mm.jpg)