Saat Duel Udara 2 Vs 1 Israel & Korea Utara, Pilot-pilot Negeri Yahudi Jadi Kewalahan Setengah Mati
Mungkin kisah ini jarang sekali diketahui banyak orang di dunia ini, yakni pertempuran antara Korea Utara dan Israel pada masa lampau, siapa yang kuat
Tiba-tiba saya melihat jejak karakteristik SAM dan kemudian ledakan besar sekitar 20.000 kaki. Saya memantau transmisi radio dan saya tahu bahwa pesawat kami sudah bebas, jadi saya berkata kepada pilot saya, ‘mereka menembak jatuh salah satu pesawat mereka!’ Saya tidak melihat pesawat itu karena jarak pandangnya buruk, tetapi saya jelas melihat jejak rudal dan ledakannya.
"Pada saat kami mendarat, kami diberitahu bahwa MiG 'kami' jatuh. Kami dianugerahi kill bersama, karena MiG terbagi antara kami dan wingman kami.
Saya kembali melaporkan apa yang saya lihat dalam perjalanan pulang, dan tak lama kemudian Intelligence IAF mengkonfirmasi cerita saya, Angkatan Udara Mesir menembak jatuh MiG-21 Korea Utara."
Perang Yom Kippur mengakibatkan kematian 2.500 hingga 2.700 warga Israel, 16.000 tentara Arab, dan banyak korban luka-luka.
Namun akhirnya Mesir bersedia berdamai dengan Israel.
Pada November 1977, Presiden Anwar Sadat berkunjung ke Jerusalem untuk menggelar pembicaraan damai dengan Israel.
Sadat menjadi kepala negara Arab pertama yang melakukan kunjungan resmi ke Israel.
Pembicaraan awal kedua negara kemudian mencapai puncaknya setahun kemudian di Camp David ketika Presiden Sadat dan PM Begin resmi menyepakati perjanjian damai pada 17 September 1978.
26 Maret 1979, Mesir dan Israel resmi menandatangani perjanjian damai yang digelar di rumah tetirah presiden AS di Camp David, tak jauh dari Washington DC, Amerika Serikat.
Perjanjian damai yang diteken PM Israel Menachem Begin dan Presiden Anwar Sadat menjadi perjanjian damai pertama antara Israel dan sebuah negara Arab.
Penandatanganan perjanjian damai yang disaksikan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter itu sekaligus mengakhiri perang tiga dekade antara kedua negara bertetangga itu. Dampak lain dari penandatangan ini, PM Begin dan Presiden Sadat sama-sama meraih Hadiah Nobel Perdamaian 1978.
Artikel ini telah tayang di Tribun Medan dengan judul: "Bantu Mesir, Korea Utara Kirim Jet Tempur Melawan Israel, Begini Dogfight F-4 Phantom Lawan MIG-21S."
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/arab-saudi-pesawat_20150427_20150427_082847.jpg)