Ramadan 2020
Kisah Tiara Damayanti, Mahasiswi Asal Riau Jalani Puasa 19 Jam di Perancis
Tiara Damayanti mahasiswi asal Salo Kabupaten Kampar Riau menjalani Ramadhan dan puasa pertamanya tahun ini di Perancis.
Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Ilham Yafiz
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tiara Damayanti mahasiswi asal Salo Kabupaten Kampar Riau menjalani Ramadhan dan puasa pertamanya tahun ini di Perancis.
Sebuah pengalaman yang baru bagi Tiara karena berbeda jauh dengan Indonesia, baik itu dari adat cuaca hingga durasi berpuasanya.
Tiara tinggal di Kota Strasbourg, kota ini berjarak 500-an Kilometer dari kota Paris, dan menempuh waktu perjalanan 5 hingga 6 jam perjalanan jika menggunakan bus atau kendaraan pribadi.
Kota ini terletak di sebelah timur Perancis yg berbatasan langsung dengan Jerman.
Kota ini juga yang dulunya menjadi alasan perang panjang antara Jerman dan Perancis.
Ia sangat menikmati tinggal di kota ini, karena uniknya bangunan di kota ini membawa seseorang yang berada di sana seperti berada di negeri dongeng.
Arsiteksitektur yang khas dengan ciri perpaduan antara budaya Perancis dan Jerman. Sehingga desa yang Grande île di kota ini juga menjadi salah satu destinasi utama para turis di Perancis.
Selain itu Grande Île juga merupakan situs warisan dunia yg ditetapkan oleh UNESCO dari tahun 1988, karena arsitektur bangunan tradisional yang unik dan mewakili ciri khas bangunan abad pertengahan.
Nuansa kota yang damai dan tenang menurut Tiara, memang menjadi pilihan tepat dibanding hiruk -pikuknya kota Paris.
Primadona di kota ini ialah berjalan kaki menikmati panorama Petit France, berfoto ria di jembatan dengan latar kanal sungai ILL yang dipenuhi bunga“ di musim semi, landmark terkenal di Strasbourg yakni Notre Dame Cethedral yg mempunyai jam astronomis unik yg sudah berumur 300-an tahun.
Satu lagi Strasbourg juga terkenal dengan pasar natal tertua yang setiap tahunnya diadakan dibulan Desember.
"Saya membawa sudut pandang kota lain di Perancis yang tak kalah memukau dibanding Paris dengan Eiffel nya, bagi orang-orang yang tak begitu suka dengan hiruk pikuk kota besar, ini bisa jadi salah satu pilihan terbaik di Perancis," ujar Tiara mulai bercerita dengan Tribunpekanbaru.com soal kota tempat tinggalnya itu melalui seluler.
Soal pengalaman puasanya diakui Tiara sangat unik, karena di Perancis itu rata-rata puasa 18-19 jam, tergantung musim karena kalau sudah masuk masim panas bahkan sampe 19 jam mulai berpuasa pukul 3.00 pagi dan berbuka pukul 22.00 malam waktu Prancis.
"Tapi Alhamdulillah di tahun pertama ini saya juga sangat merasa agak kewalahan berpuasa mulai dari pukul 4.00 dan berbuka hampir pukul 21 malam, karena ini masih musim semi jadi tidak terlalu lama," ujarnya.
Belum lagi di Prancis suhunya bisa mencapai 36 sampai 40°C di musim panas, tentu saja ini menjadikan puasa sangat terasa karena dahaga di tengah suhu ekstrim seperti itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/tiara-damayanti-mahasiswi-riau-di-perancis.jpg)