Rabu, 6 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Mutiara Ramadhan

AZAB atau Rahmat Wabah Covid-19 Ditimpakan kepada Umat Manusia Sedunia?

Orang beriman dalam hidup di dunia ini akan mendapat ujian dan cobaan, gunanya untuk membuktikan keimanan dan kesabaran serta untuk menaikkan derajat

Tayang:
Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
AZAB atau Rahmat Wabah Covid-19 Ditimpakan kepada Umat Manusia Sedunia? 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Mutiara Ramadhan kali ini akan disampaikan Ustadz Dr Nurhadi S.Pdi SE Sy. S Sy. M Sy. MH. M Pd dan kali ini berjudul : Virus Corona Penghapus Dosa

Orang beriman dalam hidup di dunia ini akan mendapat ujian dan cobaan, gunanya untuk membuktikan keimanan dan kesabaran serta untuk menaikkan derajat.

Ujian dan cobaan yang dihadapi kaum muslimin bermacam-macam, sesuai kesanggupan hamba dalam menerimanya.

Virus Corona Penghapus Dosa? Atau Hukuman Atas Dosa yang Telah Dilakukan Manusia?
Virus Corona Penghapus Dosa? Atau Hukuman Atas Dosa yang Telah Dilakukan Manusia? (Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri)

Allah SWT tidak akan memberikan ujian dan cobaan kecuali hamba tersebut pasti sanggup untuk menjalaninya (QS. Al-Baqarah: 286).

Lebih rinci berkaitan dengan apa saja ujian dan cobaan yang akan Allah berikan kepada hambanya, bisa dilihat dalam al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 155: “Dan Allah akan berikan cobaan (ujian) kepadamu (orang beriman), dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan (wabah virus corona menyebabkan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan), maka beruntungg orang-orang yang sabar (orang yang sabar dalam menghadapi wabah corona akan bersama Allah dengan mendapatkan keampunan dosa), lalu mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun” artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada Allah akan kembali”. (QS. al-Baqarah: 156).

Maka musibah dan penyakit (wabah corona) yang menimpa seorang hamba (disuatu negeri) itu bisa menjadi sebab diampuninya (dihapuskan) kesalahan-kesalahan (dosa) yang pernah ia lakukan, baik dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan (mulut), dan dengan seluruh anggota tubuhnya.

Kadang-kadang datangnya wabah virus corona sebagai hukuman atas dosa yang dilakukan, Allah berfirman: “Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allâh memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)”. (QS. Asy-Syura: 30).

Dipercepat hukuman dosa bagi orang Mukmin di dunia, justru itu baik baginya, karena Allah ingin menghapuskan dosa-dosanya, akhirnya kembali kepada Allah swt dalam keadaan bersih dan selamat (tanpa dosa).

Banyka hadits yang menjelaskan pengampunan dosa karena adanya musibah dan penyakit sangat banyak (wabah corona), di antaranya: “Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit atau sejenisnya, melainkan Allah akan menggugurkan dosa-dosanya bersamanya, seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya”.

Hadist lain Nabi saw katakana: “tidaklah seorang Muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanaan, termasuk duri yang menusuknya, melainkan Allâh akan menghapus sebagian dari kesalahan-kesalahannya”.

Dikuatkan pula dengan sabda Rasul saw: “tidaklah seorang Mukmin ditimpa rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya,[13] melainkan akan dihapus dosa-dosanya dengan sebab itu”.

Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa apa saja yang menimpa seorang Mukmin berupa kesedihan, kesusahan, penyakit atau kematian, semuanya akan menghapuskan dosa-dosa seorang hamba.

Ada riwayat dari Abu Sa’id al-Khudri mengatakan: “ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi saw: “beritahukan kepadaku tentang penyakit-penyakit yang menimpa kami ini, apa yang akan kami peroleh (dapatkan) karenanya (dengan musibah corona itu)?, Rasul saw bersabda: “pengampunan dosa-dosa, Ubay bin Ka’ab berkata: “sekalipun penyakit itu sedikit?

Nabi berkata: “sekalipun sebuah duri dan yang lebih kecil lagi (sangat kecil)”, bencana akan senantiasa menimpa orang Mukmin dan Mukminah pada dirinya, anaknya, dan hartanya sehingga ia berjumpa dengan Allah (mati) dalam keadaan tidak ada kesalahan pun pada dirinya (tidak ada dosa)”.

Lalu Nabi saw meneruskan: “sesungguhnya Allah benar-benar akan menguji hamba-Nya dengan penyakit sehingga ia (Allah) menghapuskan setiap dosa darinya (karena musibah dan ujian sakit, termasuk virus corona)”.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved