Breaking News:

Virus Corona di Dumai

Terlihat Sehat Padahal Rapid Test Reaktif, Gugus Tugas Dumai Gelar 1.649 Rapid Test Empat Klaster

1.649 rapid test telahdilakukan terhadap empat klaster, yakni, Klaster Bogor, Bekasi, Nakes Teladan dan yang terbaru Klaster Magetan

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Plt Kadis Dumai Jalani Rapid Test 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Dalam rangka memutus mata rantai penyebaraan covid-19 dari beberapa klaster yang ada di Kota Dumai, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Dumai, telah melakukan sebanyak 1649 rapid test.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Dumai, dr Syaiful mengungkapkan, bahwa pihaknya telah melakukan sebanyak 1.649 rapid test terhadap empat klaster.

Empat klaster tersebut adalah Klaster Bogor, Bekasi, Nakes Teladan dan yang terbaru Klaster Magetan.

Ditambahkannya, dari 1649 orang dari 4 klaster yang dilakukan rapid test, sebanyak 29 orang atau kasus hasilnya adalah positif.

Hanya Ada 2 Penerbangan di Bandara SSK Pekanbaru, Hari Pertama Moda Transportasi Kembali Beroperasi

Sembilan Kapolda Baru yang Resmi Dilantik Diminta Kapolri Langsung Bekerja

Vanessa Angel, Roy Kiyoshi hingga Lucinta Luna,Artis Terjerat Kasus Narkoba Sejak Januari-Mei 2020

"Dari 29 rapid tes yang positif dari 4 klaster tersebut, 13 hasil swabnya adalah positif, tiga negatif dan 13 lagi masih kita tunggu hasil swab nya," katanya, Jumat (8/5/2020)

Dituturkannya, memang kebanyakan dari 29 yang hasil rapid test-nya positif itu, dari Klaster Nakes Teladan.

"Kita sudah bekerja sesuai dengan protap untuk memutus mata rantai, bahkan dari Klaster Nakes Teladan ini sudah ada yang dua kali kita lakukan rapid test, seperti di Dinas Kesehatan, dan puskesmas-puskesmas," terangnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, untuk Klaster Pondok Pesantren Magetan Jawa Timur di Kota Dumai, ada satu kasus positif hasil rapid test .

Syaiful menjelaskan, satu positif rapid tes ini hasil tracing contact pada kasus Magetan.

Ada 7 orang yang telah diambil rapid test-nya. Dari tujuh ada 1 orang yang reaktif rapid test.

Diterangkannya, satu orang positif rapid ini telah diisolasi di RSUD Dumai untuk mencegah terjadinya penularan.

Syaiful mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun selalu waspada dan mengikuti anjuran pemerintah agar berada di rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak.

Gunakan masker dan rajin mencuci tangan, melakukan pembatasan fisik dan selalu hidup bersih dan sehat.

Diakuinya, walaupun tidak sakit, belum tentu orang yang kita temui itu negatif Covid-19.

Sebab banyak yang positif rapid test mereka terlihat sehat dan orang tanpa gelaja (OTG) padahal mereka reaktif.

"Hingga Jumat (8/5/2020) jumlah kasus terkonfirmasi positif sebanyak 15 kasus, dengan rincian 4 sudah sembuh dan 11 masih di rawat di rumah sakit," pungkas Syaiful. ( Tribunpekanbaru.com / Donny Kusuma Putra )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved