Rabu, 15 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Mutiara Ramadhan

Covid-19 Rudal Nuklir Iman dan Akidah Umat Islam

Rudal merupakan salah satu jenis senjata tempur dalam peperangan modern, yang dampak dan efeknya sangat mengerikan, apapun yang terkena

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Mutiara Ramadhan : Covid-19 Rudal Nuklir Iman dan Akidah Umat Islam 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Mutiara Ramadhan sebagai artikel yang dihadirkan untuk pembaca selama bulan Ramadhan akan membahas berbagai hal, dan kali ini pembahasan terkait dengan Virus Corona atay Covid-19.

Mutiara Ramadhan kali ini akan disampaikan oleh Ustadz Dr Nurhadi S.Pdi SE Sy. S Sy. M Sy. MH. M Pd dengan judul "Covid-19 Rudal Nuklir Iman dan Aqidah".

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW

Rudal merupakan salah satu jenis senjata tempur dalam peperangan modern, yang dampak dan efeknya sangat mengerikan, apapun yang terkena, maka akan hancur lebur berkeping-keping dan berpuing-puing, bahkan tak sedikit yang jadi abu radiasi yang mematikan makhluk hidup tanpa terkecuali (baik manusia, hewan maupun tumbuhan).

Pada dasarnya material dari rudal adalah radiasi atom yang mematikan, sering didengar dengan sebutan nuklir.

Kekuatan rudal dam muklir ini sangat dahsyat.

Sampai saat ini, kejadian yang sangat menakjubkan dalam dunia perang nuklir adalah ketika perang dunia kedua, saat itu Amerika dan sekutunya meluncurkan rudal nuklir (bom atom) di Nagasaki dan Hiroshima Negara bagian Jepang (ibukota).

Peninggalannya sampai sekarang masih diabadikan oleh penduduk Jepang, betapa dahsyatnya pengaruh dari bom atom (rudal nuklir) dalam merusak lingkungan makhluk hidup.

Namun kekuatan tersebut belum seberapa dibandingkan dengan kekuatan rudal nuklirnya Allah Jalla wa Azza ketika menghancurkan dan meluluhlatakkan pasukan elit berkendaraan Gajah bersenjatakan lembaran dari logam hitam (baja).

Tidak hanya berkeping-keping, melainkan jauh dari itu, lembut, lumat, hancur menjadi debu bak daun dimakan ulat (lunak).

Kisah ini Allah abadikan dalam surah al-Fiil, tentang Raja Abrahah pengusa sombong yang murka hendak menghancurkan Ka’bah (baitullah), namun kemurkaannya tiada artinya, sebab murka Allah jauh lebih dahsyat.

Lihat kisahnya pada ayat berikut: “1). apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu (Allah) telah bertindak terhadap tentara bergajah (yang dimaksud dengan tentara bergajah ialah tentara yang dipimpin oleh abrahah gubernur yaman yang hendak menghancurkan ka'bah. sebelum masuk ke kota mekah tentara tersebut diserang burung-burung yang melemparinya dengan batu-batu kecil sehingga mereka musnah)?; 2. bukankah Dia (Allah) telah menjadikan tipu daya mereka (Raja Abrahah dan tentaranya) untuk menghancurkan Ka'bah (baitullah) itu sia-sia?; 3). dan Dia (Allah) mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong (burunh Ababil); 4). yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar (rudal nuklir); 5). lalu Dia (Allah) menjadikan mereka (Raja Abrahah dan tentara begajah) seperti daun-daun yang dimakan (ulat)”. (QS. Al-Fiil: 1-5).

Ternyata ayat ini menjadi ilmu kauniyah ilmiyah untuk membuat senjata rudal nuklir di era modern ini.

MasyaAllah.

Dari dua kekuatan (rudal nuklir dan batu sijjil burung ababil) yang dapat menghancurkan segala benda yang terkena denganya menjadi hancur lebur, namun hal itu sifatnya local atau sekitar dimana benda tersebut dijatuhkan dan diledakkan, tanpa ada pengaruh lain di daerah yang jangkauannya tidak terdeteksi, sehingga hanya berbentuk lokal saja.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved