Empat Warga Bandung ini Jual Daging Babi Pakai Boraks ke Sejumlah Pedagang Daging Sapi di Pasar
Setelah diselidiki, ditemukan500 kilogram daging babi di freezer di rumah Paino. Belakangan, Paino dan Tuyadi diketahui berperan sebagai pengepul
TRIBUNPEKANBARU.COM - Bukannya mencari keberkahan di tengah Ramadhan, empat warga di Kota Bandung ini malah jual daging babi mengandung boraks.
Parahnya lagi, mereka menjual daging babi berboraks tersebut ke sejumlah pedagang daging sapi di pasar.
Perbuatan tercela para pelaku bahkan dilakukan di tengah pandemi Virus Corona.
Akibatnya, mereka ditahan di Mapolresta Bandung karena menjual daging babi ke sejumlah pedagang daging sapi di Kabupaten Bandung.
Mereka adalah Tuyadi, Paino, Andri Sudrajat dan Asep Rahmat.
"Empat orang sudah ditetapkan tersangka. Ty (54) dan P (46) domisili di Kampung Lembang, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran. Dua lainnya, As (40) warga Baleendah dan Ar (39) warga Majalaya," ujar Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2020).
Setelah diselidiki, ditemukan daging babi seberat 500 kilogram di freezer di rumah Paino.
Belakangan, Paino dan Tuyadi diketahui berperan sebagai pengepul.
"Untuk tersangka As ditangkap saat hendak ke rumah P membeli daging babi untuk dijual lagi ke pasaran sebagai daging sapi. Tersangka Ar ditangkap di Majalaya dan menyita daging babi seberat 100 kilogram," kata Hendra.
Modus operandinya, Tuyadi dan Paino menjual daging babi itu ke para pengecer seperti tersangka Andri dan Asep untuk kemudian dijual lagi ke pasar.
"Bahwa daging babi dijual ke khalayak umum seolah-olah daging sapi dengan harga dari P dan Ty Rp 60 ribu per kilogram. Lalu dijual ke tingkat pengecer Rp 75 ribu sampai Rp 90 ribu," ujarnya.
Tekstur daging sapi biasanya tampak lebih berwarna kemerahan. Daging babi, bentuknya tidak menyerupai persis daging sapi.
"Nah, untuk mengawetkan daging babi supaya menyerupai daging sapi, tersangka Ty dan P mencampurkan boraks ke daging babi sehingga warnanya lebih merah menyerupai daging sapi," ucap dia.
Ironisnya, daging sapi palsu itu sudah diedarkan ke sejumlah pasar di Kabupaten Bandung sebanyak 63 ton sejak enam bulan terakhir.
Namun, ia memastikan sudah banyak daging palsu yang disita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/daging-sapi-mentah-belum-dimasak.jpg)