Breaking News:

Gara-gara Ini, Puluhan OTG Virus Corona Dilakukan Karantina Paksa

Padahal hasil tes didapati reaktif virus corona. Namun puluhan orang OTG justru tak patuh protokoler. mau tak mau dilakukan upaya paksa

Editor: Budi Rahmat
via pojoksatu.id
ILUSTRASI - Pasien teroinfeksi virus corona di Korea Utara ditembak mati saat kabur dari karantina. 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Mengejutkan, hasil trakcing jumlah orang tanpa gejala virus corona ternyata cukup tinggi. Mereka yang kemudian dilakukan tes ternyata menujukkan gejala reaktif.

Namun para OTG ini justru tidak mematuhi protokol karantina. Mau tak mau upaya paksa dilakukan.

Sebab jumlah OTG virus corona semakin meningkat dan kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan.

Mau tak mau puluhan orang OTG kemudian dipaksa untuk dikarantina.

Bukannya ke Rumah Sakit Saat Tau Positif Virus Corona, Pak RT di Jakarta Malah Rajin Datangi Mesjid

4.000 KK di Desa Buleleng Bali Diisolasi, Buntut dari 31 Warganya yang Positif Virus Corona

Jokowi Minta Berdamai dengan Corona, Rocky Gerung: Dia Kayak Kehabisan Akal Putus Asa Ditodong Musuh

Setelah hampir dua pekan nihil, kembali dua orang warga Kabupaten Pelalawan Riau kembali dinyatakan positif terjangkit Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) pada Sabtu (9/5/2020).
Setelah hampir dua pekan nihil, kembali dua orang warga Kabupaten Pelalawan Riau kembali dinyatakan positif terjangkit Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) pada Sabtu (9/5/2020). (Tribunpekanbaru.com)

Kenyataan itu ada di Kecamatan Tingkir, Kota SalatigaWarga berstatus orang tanpa gejala (OTG) diketahui tidak mentaati protokol kesehatan virus corona (Covid-19).

Karena enggan melakukan isolasi mandiri, para OTG sekira 21 orang tersebut dilakukan karantina paksa.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, Siti Zuraidah mengatakan, akibatnya jumlah OTG tidak menurun dan lebih parahnya setelah dilakukan tes.

Karena sebagian di antara mereka justru reaktif virus corona.

 “Karena kejadian itu juga, kami sempat dikomplain Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit."

"Hanya saja, setelah dilakukan klarifikasi yang bersangkutan dapat memahami persoalan sebenarnya,” terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (11/5/2020).

Menurut Zuraidah, Kampung Blondo Celong, Gunungsari, dan Druju masuk wilayah Kecamatan Tingkir terbilang jumlah OTG Covid-19 cukup tinggi berdasarkan hasil tracking.

Singkatnya, lanjut dia, ada seorang warga diminta ikut rapid test di Puskesmas Sidorejo mengendari motor.

Bukan karena DKK Salatiga tidak ada ambulans, tetapi jumlahnya terbatas yang siap beroperasi sesuai protokol kesehatan.

Tanpa PSBB, Provinsi Bali Berhasil Tekan Angka Penyebaran Virus Corona, Apa yang Dilakukan?

Video Viral! Takut Wabah Virus Corona Menyebar, Warga Desa Tutup Jalan dengan Batako

Ia menambahkan, atas alasan tersebut seorang warga itu disarankan mengendari motor.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved