Penerapan PSBB di Riau
Dinilai Longgar, Wali Kota Pekanbaru Minta Pengelola Pusat Perbelanjaan Ikuti Protokol Kesehatan
Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT menegaskan agar pengelola dan pengunjung pusat perbelanjaan mengikuti protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19.
Penulis: Fernando | Editor: CandraDani
TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT menegaskan agar pengelola dan pengunjung pusat perbelanjaan mengikuti protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19. Ia mengingatkan bahwa pengelola harus mengantisipasi adanya keramaian di dalam pusat perbelanjaan.
"Kita sudah lihat kondisi lapangan, ternyata pusat perbelanjaan sudah batasi jumlah pengunjung," terangnya kepada Tribun, Senin (18/5/2020) petang.
Firdaus tidak menampik aktivitas di pusat perbelanjaan mulai bergeliat kembali jelang Lebaran 2020.
Ia membandingkan kondisi pusat perbelanjaan saat ini dengan awal PSBB di Kota Pekanbaru jauh berbeda.
Saat awal PSBB pusat perbelanjaan memilih berhenti beroperasi lantaran biaya operasional yang tinggi.
• PSBB di Kota Pekanbaru Terlalu Longgar, Wakil Ketua DPRD Ini Kritisi Ramainya Pusat Perbelanjaan
• 27 Legislator Nyatakan Mosi Tak Percaya, Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani: Tidak Ada Masalah Personal
• Aparat Gabungan di Pekanbaru Akan Tertibkan Pasar Kaget Pekan Ini
Namun kini seiring mendekati lebaran aktivitas perekonomian pun mulai terlihat.
Firdaus menilai beroperasinya pusat perbelanjaan agar aktvitas perekonomian tetap berjalan. Apalagi covid-19 tidak hanya menyebabkan krisis kesehatan, tapi juga krisi ekonomi.
"Adanya kelonggaran untuk beroperasi untuk meminimalisir dampak ekonomi. Namun masyarakat harus tetap ingat bahwa covid masih mengintai," terangnya.
Firdaus tidak menampik banyak yang membandingkan ramainya pusat perbelanjaan dengan rumah ibadah saat ini.
Ia menyebut dalam kondisi saat ini masyarakat dianjurkan beribadah di rumah untuk sementara.
Firdaus mengatakan bahwa potensi penyebaran di rumah ibadah lebih tinggi.
• Jelang Lebaran, Mal di Pekanbaru Mulai Didatangi Pengunjung, Pengelola Terapkan Protap Covid-19
Ia mencontohkan bahwa dalam satu waktu ada banyak orang masuk ke rumah ibadah.
Posisinya pun menyebar di berbagai lokasi. Ada ribuan rumah ibadah di kota ini.
"Jika di rumah ibadah tetap ada aktivitas, resiko penularan lebih tinggi. Maka dianjurkan masyarakat untuk beribadah di rumah untuk sementara," terangnya.
Wakil Ketua DPRD : PSBB di Pekanbaru Terlalu Longgar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/pusat-perbelanjaan-di-pekanbaru_20181022_164205.jpg)