131 Orang Bersedia jadi Objek Vaksin Virus Corona, Jika Berhasil Tahun Ini dapat Digunakan Dunia
Jika berhasil, hasil ujicoba vaksin ke 131 orang, maka vaksin virus corona bisa digunakan dunia.
TRIBUNPEKANBARU.COM- Sebanyak 131 orang bersedia menjadi objek penelitian untuk vaksin anti virus corona.
Jika pengujian nanti berhasil, maka tahun ini anti virus corona sudah bisa didapatkan.
Pengujian dilakukan untuk memastikan efektivitas vaksin tersebut
Maka direncanakan tahun ini sudah bisa dirilis ke pasaran.
Pengujian tersebut dilakukan Perusahaan Bioteknologi Novavax lakukan uji coba vaksin virus corona pada manusia di kota Melbourne dan Brisbane, Australia.
Apabila uji coba itu berhasil, maka vaksin akan dirilis tahun ini juga.
Perusahaan itu menguji keamanan vaksin pada 131 relawan. Tujuannya untuk memastikan efektivitas vaksin dalam mengatasi virus corona.
Menurut kepala penelitian perusahaan bioteknologi itu, Dr Gregory Glenn, vaksin ini dibuat oleh pihaknya secara paralel dengan harapan mampu menyembuhkan pasien dengan virus corona di dalam tubuhnya.
Harapan Dr Glenn vaksin yang diuji sekarang dapat digunakan oleh dunia pada akhir tahun ini.
"Kami berharap vaksin sudah dapat digunakan pada akhir tahun ini," kata Dr Glenn dalam jumpa pers virtual di Melbourne, dari kantornya di Maryland, Amerika Serikat.
"Vaksin itu mukjizat dan mampu melindungi penduduk dari penyakit kronis ini. Saya sangat optimis hal itu bisa terwujud," katanya.
Vaksin yang diujicoba di Melbourne merupakan pilihan dari kelompok 30 potensi vaksin yang telah ada.
Telah banyak lembaga pengembangan vaksin Covid-19 diseluruh dunia.
Hanya belasan dari ratusan lembaga pengembangan vaksin Covid-19 yang telah mencapai uji coba ke manusia, China, Amerika Serikat (AS), dan Eropa.
Metode pengembangan yang digunakan berbeda-beda, hal ini yang menyebabkan belum diketahui apakah setiap uji coba tersebut akan aman dan efektif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/petugas-mengambil-sampel-sel-ginjal-monyet-untuk-tes-covid-19.jpg)