Kamis, 9 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Korut Ledakan Kantor Penghubung, Api dan Asap Membubung Tinggi di Perbatasan, Korsel Siaga Tempur

Kantor tersebut diledakan Korut pada pukul pukul 14:49 waktu setempat. Aksi nekat Korut meningkatkan tensi hubungan kedua negara.

KCNA VIA KNS
Rudal balistik Korut 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Korea Selatan dalam status siaga tempur pasca Korea Utara meledakan kantor penghubung antar kedua negara di wilayah perbatasan, pada Selasa (16/6/2020)

Ledakan kantor penghubung kedua negara yang terletak di Kaesong tersebut menimbulkan api dan asap yang membubung tinggi hingga terlihat di kedua negara.

Kantor tersebut diledakan Korut pada pukul pukul 14:49 waktu setempat.

Aksi nekat Korut meningkatkan tensi hubungan kedua negara.

"Korea Utara meledakkan Kantor Penghubung Kaesong pada pukul 14:49," kata Kementerian Unifikasi Korea Selatan yang menangani hubungan antar-Korea dalam pernyataan tertulis seperti dikutip kantor berita Yonhap.

Mengutip sumber militer Korea Selatan, Yonhap melaporkan, ledakan keras terdengar hingga ke kota perbatasan di wilayah negeri ginseng dan asap terlihat membumbung tinggi.

Ledakan kantor penghubung itu terjadi hanya beberapa hari setelah Kim Yo Jong, saudara perempuan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, mengeluarkan peringatan pada Sabtu (13/6) malam.

"Tidak lama lagi, sebuah adegan tragis dari kantor penghubung bersama Utara-Selatan yang tidak berguna yang benar-benar runtuh akan terlihat," ujarnya seperti dilansir Yonhap.

Korea Utara mengecam Korea Selatan karena gagal menghentikan pembelot Utara yang sekarang ada di Selatan mengirim selebaran anti-Pyongyang melintasi perbatasan menggunakan balon. 

Meningkatkan kesiapan untuk bentrokan

Pyongyang bersumpah untuk berurusan dengan Korea Selatan sebagai "musuh", memutuskan semua jalur komunikasi lintas batas, dan mengancam akan mengambil tindakan lain termasuk aksi militer.

Menyusul ledakan itu, militer Korea Selatan meningkatkan postur pengawasan dan kesiapan untuk kemungkinan bentrokan tak sengaja di dekat daerah perbatasan yang tegang, menurut para pejabat.

Sebelumnya, Selasa (16/6) pagi, Staf Umum Tentara Rakyat Korea Utara memperingatkan, mereka sedang meninjau rencana aksi untuk maju ke zona yang telah berstatus demiliterisasi berdasarkan perjanjian Utara-Selatan, mengubah garis depan menjadi benteng dan lebih jauh mempertinggi kewaspadaan terhadap Korea Selatan.

"Sampai sekarang, tidak ada gerakan militer khusus yang dilakukan oleh militer Korea Utara yang telah terdeteksi. Kami sedang memantau mereka," kata seorang perwira di kantor Kepala Staf Gabungan Korea Selatan seperti Yonhap kutip.

Kantor penghubung meluncur pada September 2018 untuk memfasilitasi pertukaran dan kerjasama antar-Korea di tengah suasana rekonsiliasi yang lahir dari pembicaraan puncak antara pemimpin Korea Selatan dan Korea Utara.

(*)

Sumber: Kontan

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved