Virus Corona di Pelalawan

Tiga Warga Pelalawan Riau Reaktif Rapid Test, Satu Dikarantina di GOR Dua Lagi Pilih Isolasi Mandiri

Diskes Pelalawan Riau telah mengambil sampel swab test dari tiga warga yang terjaring reaktif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada Senin.

Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan, H Asril M.Kes 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan Riau telah mengambil sampel swab test dari tiga warga yang terjaring reaktif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada Senin (15/6/2020) lalu.

Ketiga warga yang reaktif rapid test itu berasal dari Kecamatan Bunut dua orang dan Kecamatan Ukui satu orang.

Semuanya berjenis kelamin laki-laki dengan usia yang belum uzur alias masih produktif.

Mereka diketahui reaktif setelah menjalani rapid test secara acak yang dilakukan oleh Diskes dan Puskesmas setempat.

"Kalau yang dari Ukui memang beliau yang meminta untuk di rapid test. Kemudian diketahuilah dia reaktif," ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan, H Asril M.Kes, kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (16/5/2020).

Selain menyodorkan diri menjalani pemeriksaan cepat itu, warga asal Ukui ini juga yang meminta ia harus dikarantina khusus di Gedung Olahraga (GOR) Tengku Pangeran Pangkalan Kerinci.

Padahal sebelumnya GOR sebagai lokasi karantina telah kosong setelah 11 penghuninya pulang.

Kemudian terisi kembali oleh satu orang warga reaktif dari Ukui tersebut.

Sedangkan dua warga reaktif dari Bunut memilih untuk isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Hal itu disetujui setelah ada jaminan dari keluarga serta tim gugus tugas kecamatan dan desa yang memastikan keduanya tidak akan pergi kemanapun selama isolasi mandiri.

Ketiganya akan menjalani isolasi selama hasil pemeriksaan sampel cairan hidung dan mulut belum keluar dari laboratorium kesehatan daerah (Lab Kesda) Kota Pekanbaru.

Diperkirakan hasil swab akan terbit tiga hari setelah sampel diambil.

"Kita bukan mau membeda-bedakan. Dikarantina atau tidak. Sebenarnya kita ngotot harus karantina, tapi ada jaminan seperti itu. Kita terpaksa setujui," tandasnya. (Tribun Pekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved