Siak

Ada yang Gaptek, Gugup Akhirnya Banyak Salah Input, Kendala Hari Pertama PPDB Online di SMAN 1 Siak

Kendala yang paling umum terjadi pada peserta adalah kurang cermatnya membaca informasi terkait pendaftaran.

Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
ILUSTRASI 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Sebanyak lebih kurang 100 peserta didik yang ikut PPDB online di SMAN 1 Siak di hari pertama, Rabu (17/6/2020). Di antarnya ada yang tidak cermat saat menginput data secara online sehingga sarat tidak terpenuhi.

Ketua Panitia PPDB Online SMAN 1 Siak Rismayani menerangkan, kendala hari pertama bukan hanya pada peserta. Namun server yang tersedia juga tidak cukup kuat sehingga ada gangguan sistem pada hari pertama PPDB Online. Hal itu dapat dimaklumi karena PPDB Online tingkat SMA dilaksanakan secara serentak.

"Dampaknya ada gangguan sistem saja, lelet dan jaringan ilang timbul untuk beberapa saat. Tetapi secara keseluruhan panitia sangat siap melayani dan menerima berkas secara online," kata Risma kepada Tribunpekanbaru.com.

Kendala yang paling umum terjadi pada peserta adalah kurang cermatnya membaca informasi terkait pendaftaran. Akibatnya banyak peserta mengalami kesalahan seperti tidak semua sarat yang dapat diinput dan ada berkas yang double.

Calon Peserta Didik Mengadu Loading Hampir 30 Menit, Hari Pertama PPDB Online SMK di Kuansing

FOTO: Konsultasi PPDB Online di SMA Negeri 8 Pekanbaru

Hari Pertama PPDB Online SMA/SMK di Riau, Calon Peserta Didik Masih Ada Salah Unggah Berkas

"Misalnya tentang ijazah, kadang hanya ijazah yang masuk berkali -kali sedangkan sarat lain tidak masuk. Nah seperti ini banyak terjadi di hari pertama tadi," kata dia.

Tidak hanya itu, juga masih ada peserta yang gagap teknologi, serta tidak punya fasilitas sendiri untuk mendaftar. Namun demikian, pihaknya tetap memberikan pelayanan agar peserta dapat terdaftar.

"Bagi peserta dengan sarat yang kurang kami menghubungi lagi dengan sistem online untuk melengkapinya. Pokoknya kami ingin semua terdaftar dan tidak ada yang gagal mendaftar," kata dia.

Selain itu, juga ada beberapa peserta yang datang langsung ke sekolah karena tidak bisa menggunakan teknologi untuk mendaftar. Panitia memberikan pelayanan dan membantu peserta tersebut untuk mendaftar.

"Ya, sebagai jaga -jaga peserta yang seperti itu sejak awal kami standbykan 10 unit komputer. Hari pertama sudah ada sekitar 5 orang yang memanfaatkannya. Semoga selanjutnya tidak ada lagi," kata dia.

Ia juga mengatakan, panitia di sekolah itu tetap bertugas sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Waktu pendaftaran masih tersisa untuk 4 hari ke depan.

"Kalau yang mendaftar di luar zonasi sistem langsung menolaknya. Tapi jika masuk melalui jalur prestasi dan afirmasi ada dalam sistem. Jadi tidak dapat dibaca melalui daring ini adanya peserta yang mendaftar di luar jalur, karena sistem langsung menolaknya," kata dia. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved