Selasa, 28 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

FANTASTIS, Kepala Gembong Teroris Ini Dihargai Rp 145 Miliar, Sosoknya Dikenal Kejam dan Ganas

Kepala pemimpin tertinggi kelompok teroris ISIS (Islamic State Irak and Suriah) Amir Mohammed Abdul Rahman Al-Mawli dihargai Rp 145 Miliar.

Penulis: Hendri Gusmulyadi | Editor: Rinal Maradjo
CIA
Amir Mohammed Abdul Rahman Al-Mawli 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kepala pemimpin tertinggi kelompok teroris ISIS (Islamic State Irak and Suriah) Amir Mohammed Abdul Rahman Al-Mawli dihargai Rp 145 Miliar.

Dilansir Tribunpekanbaru.com dari Arab News , tarif dengan nilai besar untuk penangkapan Amir Mohammed Abdul Rahman Al-Mawli itu dilansir oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo pada Rabu (24/6/2020) waktu setempat.

Sebelumnya, Amerika Serikat mematok harga kepala Amir Mohammed Abdul Rahman Al-Mawli sebesar Rp 75 Miliar.

Namun kini, nilai itu digandakan agar para pemburu hadiah berduyun-duyun melacak dan menangkap Amir Mohammed Abdul Rahman Al-Mawli.

Amir Mohammed Abdul Rahman Al-Mawli sendiri disebut-sebut sebagai pemimpin tertinggi ISIS yang baru setelah tewasnya Abu Bakar Al-Baghdadi, dalam sebuah serangan pasukan komando AS pada Oktober 2019 lalu di Suriah.

Amir Mohammed Abdul Rahman Al-Mawli sendir Lahir pada tahun 1976,

Ia adalah seorang sarjana hukum Islam yang mengeluarkan fatwa untuk membenarkan penganiayaan terhadap minoritas Yazidi,

Tentara ISIS di kawasan Mosul, Irak pada akhir tahun 2019 lalu.
Tentara ISIS di kawasan Mosul, Irak pada akhir tahun 2019 lalu. (Mirror)

PBB menilai, kampanye pembunuhan terhadap pengikut Yazidi itu sebagai bentuk dari genosida.

Kelompok ISIS sendiri disebut-sebut sudah membunuh ribuan Yazidi, menculik, memperbudak dan memperkosa ribuan wanita dan gadis.

Al-Mawli lahir di kota Mosul, Irak, dari keluarga Turkmenistan,

Dengan latar belakang etnis itu, membuat Al Mawli menjadi salah satu dari sedikit orang non-Arab yang menjadi petinggi ISIS.

Pusat operasional ISIS di kawasan Irak dan Yaman sebenarnya telah dilumpuhkan.

Namun, jejaring kelompok radikal ini tetap hidup di berbagai belahan dunia,

Bahkan, jejaring ISIS tersebut melakukan sejumlah aksi teror di antaranya di Filipina, Afghanistan dan Afrika Barat.

Apa yang diinginkan ISIS?

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved