Rabu, 15 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Hampir Sebulan 'Menghilang', Anggota DPRD yang Banting Botol Bir Ini Beri Pengakuan yang Mengejutkan

Anggota DPRD Tulungagung Suharminto membuat pengakuan yang mengejutkan mengapa ia mengamuk di pendopo, ternyat terkait utang piutang miliaran rupiah.

Editor: CandraDani
Surya/David Yohanes
Anggota DPRD Tulungagung Suharminto menjelaskan soal insiden banting botol bir di Pendopo. Katanya cuma mau tagih utang miliaran ke bupati. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Masih ingat peristiwa satu bulan lalu ?, tepatnya Jumat 29 Mei 2020 malam di Pendopo KOngas Arum Kusumaning Bangsa Kabupaten Tulungagung?

Saat itu suasana di Pendopo tersebut diselimuti ketegangan, karena seorang anggota DPRD Tulungagung bersama seorang temannya ngamuk.

Rupanya dua orang ini datang mencari Bupati Maryoto Birowo.

Namun saat itu bupati tidak ada di pendopo.

Anggota DPRD Tulungagung ini kemudian marah membanting toples dan juga juga membanting botol bir ke lantai pendopo.

Dan dilansir oleh Surya.co.id, anggota Dewan tersebut yakni Suharminto (sebelumnya diinisial SHM), anggota DPRD Tulungagung membuat pengakuan yang cukup mengejutkan perihal peristiwa di atas.

Suharminto menguak fakta-fakta tak terduga yang selama ini tidak pernah muncul dalam pemberitaan. 

Anggota DPRD Tulungagung dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengaku memiliki utang piutang miliaran rupiah dengan Bupati Tulungagung Maryoto Birowo.

Berikut pengakuan lengkap Suharminto: 

1. Beri utang miliaran untuk pemenangan bupati 

Anggota DPRD Tulungagung, Suharminto dan Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo.
Anggota DPRD Tulungagung, Suharminto dan Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo. (Kolase SURYA.co.id/Istimewa)

Suharminto mengaku selama ini menghindari media, supaya masalahnya tidak menjadi besar.

Kepada surya.co.id, ia berkisah, sebenarnya kedatangannya ke pendopo terkait masalah uang.

Saat pencalonan pasangan Syahri Mulyo dan Maryoto Birowo di Pilkada 2018, Suharminto diminta mencari data Rp 6,1 miliar.

"Saat itu Pak Syahri kan sudah  jadi tersangka KPK. Saya dimintai tolong sama Mbah To (sebutan untuk Maryoto) untuk mencari dana pemenangan," ungkapnya.

Saat itu Suharminto mengaku enggan melakukan permintaan itu, karena meragukan komitmen Maryoto.

Sumber: Surya
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved