Minggu, 12 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Harga Karet

Selama Juni, Harga Karet di Kuansing Riau Naik Lebih Dari Rp 400

Trend kenaikan harga karet di Kuansing, Riau masih terjadi hingga lelang Minggu malam (28/6/2020).

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: Ilham Yafiz
Pixabay/3dman_eu
Ilustrasi Pohon Karet 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Trend kenaikan harga karet di Kuansing, Riau masih terjadi hingga lelang Minggu malam (28/6/2020).

Praktis selama Juni ini, harga karet di Kuansing terus meningkat.

Bila diakumulasi, dalam periode Juni ini, kenaikan harga karet sebesar Rp 404. Ini dapat dari selisih harga di awal dan akhit Juni.

Dari data hasil lelang dibawah ini bisa diketahui trend kenaikan hatga jual karet setiap pekannya selama di Juni ini.

Harga karet awal Juni lalu, dibandrol sebesar Rp 6.414 per kilogram. Beranjak ke pekan kedua, harga jual karet sebesar Rp 6.610 per kilogram.

Beranjak ke pekan ketiga, harga jual karet sebesar Rp 6.710 dan pekan keempat, harganya dibandrol Rp 6.815 per kilogram.

Ketua Asosiasi Petani Karet Kuantan Singingi (Apkarkusi) Sepriadi, Senin (29/6/2020), harga karet di pekan kelima Juni sebesar Rp 6.818 per kilogram.

"Itu hasil lelang Minggu malam," kata Sepriadi.

Mohon maaf Bapak, mohon maaf, Video Detik-detik Wali Kota Surabaya Risma Sujud di Kaki Dokter

Dewi Persik Nangis Sebut Tak Dinafkahi dan Ingin Cerai, Angga Wijaya : Maaf Selalu Jadi Beban

VIRAL, Wajah Jambret Terkena Capture Ponsel Korban saat Video Call, Begini Ciri-cirinya

Dalam lelang pekan terakhir Juni tersebut, perusahaan asal Medan, Sumut yang menang lelang. Sebanyak 38 ton karet terjual.

"Kita buka harga di Rp 6.600," katanya.

Sistem pelelangan ini sendiri dimulai sejak Juli tahun lalu. Seluruh pengurus kelompok tani/Unit Pengolahan dan Pemasaran BOKAR (UPPB)/gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang melaksanakan pemasaran karet secara bersama bersama.

Melaksanakan pemasaran Bokar dengan sistem lelang secara bersama dan serentak dengan menetapkan satu pemenang lelang dan satu harga pada satu waktu dan satu tempat yang bersamaan. Penetapan harga bersama dengan perwakilan perusahaan.

Harga hasil penjualan dengan sistem lelang ini lebih tinggi dari harga dari toke-toke karet lokal di Kuansing. Walau demikian, 99 persen petani karet di Kuansing tidak mau bergabung dengan asosiasi dan mengikuti penjualan karet dengan sistem lelang.

Sejauh ini, 99 persen petani karet di Kuansing lebih memilih menjual ke toke-toke lokal hasil panen kebun karet. Sisanya, 1 persen, ikut sistem lelang yang diinisiasi Pemkab Kuansing.

( Tribunpekanbaru.com / Palti Siahaan )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved