Sabtu, 18 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Update Corona Indonesia Senin 29 Juni, Hari Ini Bertambah 1.082 kasus, Total 55.092 Positif

Pemerintah kembali mengumumkan perkembangan penanganan Virus Corona ( Covid-19 ) di Indonesia.

Editor: Muhammad Ridho
Gugus Tugas Nasional
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan pers 

Hal itu Yuri sampaikan dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BNPB, Kamis (4/6/2020).

Polda Sulsel kembali tetapkan 13 tersangka kasus ambil paksa jenazah khusus di RS Labuang Baji Makassar beberapa waktu lalu.
Polda Sulsel kembali tetapkan 13 tersangka kasus ambil paksa jenazah khusus di RS Labuang Baji Makassar beberapa waktu lalu. (TRIBUN-TIMUR.COM/WAHYU)

"Mematuhi protokol kesehatan tidak harus menunggu wilayah domisili kita menjadi zona kuning, tidak harus menunggu wilayah zona kita menjadi oranye, dan tidak perlu menunggu wilayah kita menjadi zona merah."

"Sejak sekarang, di manapun kita berada, apapun zonasi warna wilayah tinggal kita, patuhi protokol kesehatan," kata Yuri, Kamis sore.

"Hanya ini yang bisa kita lakukan kalau ingin selamat dari tertular Covid-19. Kami berharap kesadaran ini menjadi kesadaran kolektif yang tentunya harus berbasis pada keluarga," sambungnya.

Yuri pun kembali mengingatkan masyarakat untuk senantiasa mengenakan masker saat keluar rumah sebagai bentuk kesadarannya.

Begitu pula dengan kepatuhan menjaga jarak hingga mencuci tangan, Yuri berharap masyarakat menerapkannya bukan sekadar karena diperintah atau diawasi.

"Jadi, gunakan masker bukan karena diperintah, mencuci tangan bukan karena diawasi, menjaga jarak bukan karena memang diperintah."

"Jadikan ini sebuah kesadaran kita tanpa diperintah, tanpa diawasi, karena ini kebutuhan bagi kita untuk tetap sehat."

"Kalau kita sehat, keluarga kita juga sehat," kata Yuri.

Yuri juga menyampaikan, sampai saat ini vaksin Covid-19 memang belum ditemukan.

Menurut Yuri, seluruh bangsa di dunia pun kini mengubah perilaku agar aman dari Covid-19.

"Kita bersama seluruh bangsa di dunia melakukan hal yang sama yaitu bagaimana kemudian harus mengubah perilaku kita agar aman dari tertular Covid-19," ujarnya.

Achmad Yurianto
Achmad Yurianto (DOK. BNPB)

Sementara itu, Yuri mengatakan, yang dapat melakukan perubahan secara fundamental adalah keluarga.

Menurutnya, peran keluarga sangat dibutuhkan untuk dapat mengubah perilaku masyarakat menjadi aman dari Covid-19.

"Agent of change yang bisa melakukan perubahan secara fundamental ini adalah keluarga."

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved