Selasa, 21 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pemerintah Blokir Aplikasi TikTok, Warga : Aku Benar-benar Kaget Mendengar Beritanya

Banyak yang kaget dan syok saat mengetahui pemerintah memblokir aplikasi TikTok. Salah seorang warga bahkan mengaku sangat kaget

Editor: Budi Rahmat
aplikasi tiktok 

TRIBUNPEKANBARU.COM-Keputusan Pemerintah India memblokir aplikasi TikTok membuat beberapa wargnay syok.

Sebab beberapa di antara mereka merupakan pengguna aktif TikTok untuk kebutuhan pekerjaan.

Kenyataan TikTok diblokir pemerintahnya, banyak yang kemudian mengeluh,

Bahkan ada yangs ampai mempertanyakan nasib pelajaran yang sedang mereka seriusi melalaui aplikasi TikTok.

Salah satunya yang merasakan pengaruh yang sangat besar yakni Geet. Ia kaget ketika otoritas "Anak Benua" tersebut memblokir TikTok dan beberapa aplikasi lain buatan China. Mereka mengatakan aplikasi-aplikasi tersebut berbahaya bagi negara.

aplikasi tiktok
aplikasi tiktok (istimewa)

Padahal, mantan karyawan sebuah firma hukum ini merupakan salah satu dari sekian banyak bintang TikTok India. Dia mengajarkan Bahasa Inggris dan memberikan konsultasi hubungan kepada lebih dari 10 juta pengikutnya di tiga channel miliknya.

Setiap hari, selama setahun ini, Geet telah mengunggah 15 video ke akunnya. setiap video biasanya berdurasi 20 detik.

Dengan menggunakan kamera telepon dan kamera profesional, dia merekam hingga 120 video sehari untuk memastikan dapurnya tetap mengepul. Pada akhir pekan, dia sibuk mengatur skrip dan mengedit videonya.

"Aku benar-benar kaget ketika mendengar berita [tentang pemblokiran TikTok] ini. Maksudku inilah aku sekarang. Itu [konten kreator Tiktok] adalah pekerjaanku," ujarnya dilansir dari BBC  Rabu (1/7/2020).

Pengikutnya juga bingung dan putus asa. "Bagaimana caraku belajar bahasa Inggris lagi sekarang?" tanya salah satu pengikutnya. "Siapa yang memotivasi aku sekarang?" tanya pengikut lainnya.

Dipicu oleh murahnya konsumsi data dan minat populasi remaja, TikTok telah menjaring sekitar 200 juta pengguna dalam tiga tahun terakhir ini di India

Aplikasi berbasis andriod yang populer ini menampilkan video yang tajam dan dapat dibagikan ini menular dari remaja satu ke remaja lain.

Dengan menggunakan filter, suara musik, dan tanda pagar, anak-anak muda di India mengunggah lagu, tarian, lelucon, sandiwara komedi, kiat karier, tantangan, pelajaran bahasa, dan yoga.

video-video kreasi tersebut berdampingan dengan video yang menampilkan ujaran kebencian, pelecehan terhadap perempuan, dan kekerasan. Dalam beberapa kasus, ada pengguna yang terbunuh atau terluka ketika merekam aksi berbahaya.

Bahkan aplikasi ini membantu kepolisian dalam melacak para anggota gangster yang memamerkan gaya hidup mereka.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved