Video Berita
Video: Waspadalah! Flu Babi G4 Bisa Menjadi Pendemi Baru, Ini 7 Alasannya
G4 EA H1N1 sudah menginfeksi 10,4 persen sampel pekerja di industri babi hingga Selasa (30/6/2020), sedangkan 4,4 persen sampel populasi umum
Hasilnya ditemukan bahwa strain virus G4 cukup berbeda, sehingga vaksin flu yang ada sekarang kurang bisa memberi perlindungan terhadap G4 EA H1N1.
Oleh karenanya diperlukan vaksin flu baru untuk mengatasi G4 EA H1N1, tapi PNAS menyebut prosesnya tidak sesulit mengembangkan vaksin Covid-19 yang penyakitnya benar-benar baru.
7. Virus G4 sudah menginfeksi manusia, dan tampak lebih menular dari pendahulunya
Bagian terakhir dari studi PNAS mencakup pengumpulan sampel darah dari 2016-2018. Sampel diambil di antara pekerja industri babi di 15 peternakan berbeda, dan dari sampel orang yang bukan pekerja industri babi serta tidak tinggal bareng mereka, untuk dijadikan perbandingan populasi umum.
Dari pengujian itu terungkap 10,4 persen sampel pekerja industri babi dan 4,4 persen sampel populasi umum memiliki antibodi, dan kemungkinan karena telah terinfeksi virus G4 di beberapa titik.
Analisis statistik lalu mengungkapkan, para pekerja di industri babi 2,25 persen lebih besar kemungkinannya tertular G4 dibandingkan populasi umum.
Angka-angka ini lebih tinggi dibandingkan pekerja atau populasi umum yang terinfeksi G1, yakni 6,5 persen di kalangan pekerja industri babi dan 2,2 persen populasi umum.
Artinya, virus G4 mungkin lebih menular daripada pendahulunya, virus G1. Penelitian juga menunjukkan orang-orang yang bekerja atau menjalani aktivitas harian bersama babi berisiko terinfeksi varian G4.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenapa Virus G4 Flu Babi Baru Berpotensi Jadi Pandemi? Ini 7 Alasannya", https://www.kompas.com/global/read/2020/07/01/065134670/kenapa-virus-g4-flu-babi-baru-berpotensi-jadi-pandemi-ini-7-alasannya?page=all#page2.
Penulis : Aditya Jaya Iswara
Editor : Aditya Jaya Iswara