Pemakaman Pelda Anumerta Rama Wahyudi

Derai Air Mata Anita Iringi Pemakaman Pelda Anumerta Rama Wahyudi, Prajurit TNI yang Gugur di Kongo

Anita berderai air mata. Dia beberapa kali mengusap air matanya saat prosesi pemakaman suaminya, almarhum Pelda Anumerta Rama Wahyudi di TMP Pekanbaru

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/RIZKY ARMANDA
Istri almarhum, Anita saat menabur bunga di pusara Pelda Anumerta Rama Wahyudi, Jumat (3/7/2020) siang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Derai airmata Anita mengiringi prosesi pemakaman suaminya, almarhum Pembantu Letnan Dua (Pelda) Anumerta Rama Wahyudi, dimulai, Jumat (3/7/2020) siang.

Pelda Anumerta Rama Wahyudi adalah prajurit TNI yang gugur di Kongo saat menjalankan tugas.

Iring-iringan jenazah almarhum memasuki komplek Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Dharma Pekanbaru, sekitar pukul 14.30 WIB.

Kedatangan jenazah almarhum ditandai dengan tembakan salvo 1 kali ke udara.

Untuk Penanganan Pasien Covid-19, Kemenkeu Tambah Anggaran di Kemenkes sebanyak Rp 25 Trilun

Momen Panji Petualang Dibikin Histeris Sumpah ini Kejadian Unik Seumur Hidup Baru Lihat Ular Joget

Viral Video Maling Boyong Dua Sepeda Mahal Sekaligus, Tak Lagi Minat Motor

Adapun yang bertindak sebagai inspektur upacara pemakaman jenazah almarhum, adalah Panglima Kodam (Pangdam) I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Irwansyah.

Upacara dibuka dengan laporan komandan upacara kepada inspektur upacara.

Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan riwayat hidup almarhum.

Memasuki apel persada, Pangdam I Bukit Barisan membacakan pidatonya.

"Saya Panglima Komando Daerah Militer I Bukit Barisan, atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia. Dengan ini mempersembahkan kepada persada Ibu Pertiwi. Jiwa, raga, dan jasa-jasa almarhum nama Rama Wahyudi, pangkat Pelda Anumerta," ungkap Pangdam.

Dilanjutkan dengan penurunan jenazah almarhum ke dalam makam.

Sejumlah personel pengusung langsung mengambil tempat.

Pangdam I memimpin penghormatan kepada arwah almarhum.

Tembakan salvo kembali meletus 1 kali ke udara.

Terlihat istri almarhum, Anita yang mengenakan pakaian serba putih, tak kuasa menahan tangis.

Anita yang duduk di jajaran kursi paling depan di bawah tenda, tampak ditenangkan oleh beberapa orang istri dari prajurit TNI lainnya.

Kegiatan selanjutnya, adalah penaburan bunga.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved