Senin, 27 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pasien Covid-19 di Palu Kabur dari Rumah Sakit ke Ingin Bertemu Istri yang Hamil

Ia kabur bersama satu pasien lainnya yang juga menjalani isolasi di Pondok Perawatan Orang Dalam Pemantauan (ODP)

Editor: Sesri
KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANG
ILUSTRASI Pasien Corona kabur. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ingin bertemu istrinya yang sedang hamil besar, seorang pasien Covid-19 kabur dua kali dari Rumah Sakit Umum Daerah Anutapura Palu, Sulawesi Tengah.

Ia kabur bersama satu pasien lainnya yang juga menjalani isolasi di Pondok Perawatan Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) Kota Palu.

Menurut Plt Direktur Utama RSUD Anutapura Palu drg Herry Mulyadi, dua pasien tersebut saling mengenal.

Diduga mereka telah merencanakan untuk kabur bersama-sama.

"Teman satu kampung. Jadi mereka ini sudah janjian," kata dia.

Dua pasien tersebut kabur pada Rabu (1/7/2020) malam sekitar pukul 21.00 Wita.

Mengapa Biaya Rapid Test dan Tes PCR Berbeda-beda di Berbagai Tempat? Dokter Ini Beri Penjelasan

1 PDP Covid-19 Meninggal, Bupati Inhu Instruksikan Dinkes Lakukan Rapid Test Massal

Kementan Rilis Kalung Anti Covid-19, IDI: Semestinya Ada Hasil Penelitian

"Hasil tes swab (pasien yang kabur dari Pondok ODP dan OTG) baru keluar kemarin dan positif Covid-19. Seharusnya hari ini dibawa ke RSUD Anutapura untuk diisolasi," kata saat dikonfirmasi, Kamis.

Herry mengatakan, kaburnya dua pasien tersebut sudah dilaporkan ke Gugur Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Tolong jika anggota keluarga yang bersangkutan menemukan mereka agar melaporkan kepada tim Gugus Tugas Covid-19 setempat atau laporkan ke polisi," ucap Herry.

Dua hari setelah dua pasien tersebut kabur, pihak rumah sakit mendapatkan kabar bahwa pasien yang dimaksud sudah tiba di kampung halamannya di Kabupaten Takalar.

"Pasien Covid-19 (kabur) sudah ada di rumahnya di Takalar. Saya dapat informasi dia sudah di kampungnya," kata Plt Direktur RS Anutapura, dr Herry Mulyadi, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/7/2020).

Herry mengatakan, saat ini dua pasien yang berstatus OTG tersebut telah diminta melakukan isolasi secara mandiri di rumah masing-masing.

Mereka tidak dibawa ke rumah sakit karena ruang isolasi untuk pasien di Takalar sudah penuh.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved