Minggu, 3 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

100 Lebih Mahasiswi Diduga Jadi Korban, Pria Ini Ditangkap Atas Kasus Kejahatan Seksual  

Diduga 100 lebih anak gadis dan wanita yang sebagian besar mahasiswi menjadi korban kejahatan seksual pria ini.

Tayang:
Editor: M Iqbal
pexels.com
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Diduga 100 lebih anak gadis dan wanita yang sebagian besar mahasiswi menjadi korban kejahatan seksual yang dilakukan pria di Mesir ini.

Ia pun akhirnya ditangkap polisi, Sabtu (4/7/2020).

Kasus tersebut pun memicu kemarahan warga Mesir, termasuk warganet yang menghujat pelaku.

Tuduhan telah banyak beredar di media sosial sejak Rabu (1/7/2020) dengan merinci pelecehan seksual yang mengerikan serta pemerasan.

Dilansir AFP, Minggu (5/7/2020), salah satu tuduhan menyatakan dia berusaha melecehkan seorang gadis berusia 14 tahun.

"Orang yang dituduh melecehkan gadis-gadis itu telah ditangkap dan akan menghadapi penuntutan," kata sumber keamanan.

"Mereka yang terkena dampak harus memberi laporan resmi tentang yang mereka alami," tambah sumber itu.

Sumber tidak mengidentifikasi tersangka.

Menurut laporan media sosial, yang pertama dipublikasikan di akun Instagram, pelecehan telah terjadi sejak 2018.

Tagar tren yang membawa nama pelaku pelecehan tersebar luas di Twitter dan Facebook, mendesak tindakan pemerintah.

Dewan Nasional Perempuan Mesir (NCW) mengajukan pengaduan resmi kepada jaksa penuntut umum untuk menyelidiki tuduhan pada Sabtu (4/7/2020).

"NCW telah mengikuti akun media sosial di Instagram, yang diluncurkan oleh anak perempuan dan perempuan terus mengeluh."

"Ada seorang pria memperkosa beberapa dari mereka dan melakukan pelecehan seksual serta melecehkan orang lain," katanya di Facebook.

Dia juga mengatakan beberapa korban yang mengulurkan tangan ke dewan, menceritakan lelaki itu memeras.

Termasuk mengancam akan mencemarkan nama baik dengan menyebarkan foto dan klip yang mendokumentasikan kejahatan kejinya.

Pihak berwenang telah mengkriminalisasi pelecehan seksual sejak 2014, tetapi banyak wanita mengeluh bahwa masalahnya tetap merajalela.

Dewan mendesak para perempuan untuk mengajukan keluhan resmi kepada jaksa penuntut.

Beberapa laporan online menyatakan pelaku adalah seorang mahasiswa.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved