Berita Riau
Dari 244 SD di Kuansing Riau, Hanya 26 Sekolah yang Bisa Belajar Daring
Dari 244 Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kuansing Riau, hanya 26 Sekolah Dasar (SD) yang bisa menerapkan pembelajaran secara daring. Sisanya, luring
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Jumlah Sekolah Dasar (SD) di Kuansing, Riau yang bisa menggelar belajar mengajar di masa pandemi Covid-19 secara daring atau online ternyata hanya sedikit. Pembelajaran untuk Sekolah Dasar (SD) di Kuansing pun lebih banyak yang luring (offline).
Dari data Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing, dari 244 Sekolah Dasar (SD) yang ada, hanya 26 Sekolah Dasar (SD) yang bisa menerapkan pembelajaran secara daring. Sisanya, luring.
"Hanya sedikit yang bisa daring. Makanya kita mengandalkan luring," kata Kepala bidang Dikdas Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PKL) Disdikpora Kuansing, Banjirman, Selasa (21/7/2020).
Pemkab Kuansing sendiri memutuskan pembelajaran di sekolah-sekolah tidak boleh tatap muka. Sekolah diharapkan menggunakan pembelajaran sistem daring.
• Sehari, Polisi Bekuk Tiga Orang Pemuja Sabu-sabu di Dua Tempat Berbeda di Inhu Riau
• Isi Jabatan Kosong,Pemkab Pelalawan Ajukan Izin Mutasi Pejabat ke Kemendagri 5 Bulan Sebelum Pilkada
• Pasang CCTV di Sekeliling Rumah, Kehadiran Polisi Saat Gerebek Rumah Mak Gadi Diketahui Tersangka
Banjirman mengatakan banyaknya sekolah yang menggelar sistem luring dikarenakan jaring internet di pelosok Kuansing belumlah bagus.
Sehingga tidak memungkinkan untuk menggelar pembelajaran secara daring.
"Ini memang karena jaringan internet. Belum merata," katanya.
Tak jauh beda dengan SMP di Kuansing. Walau data belum lengkap, namun dikatakannya, sekolah SMP di Kuansing juga sebagian kecil saja yang bisa daring. Lebih banyak SMP yang menggunakan luring.
Disdikpora Kuansing sendiri sudah mengeluarkan petunjuk teknis untuk bekajar daring dan luring.
Dikatakannya, untuk pembelajaran secara luring, materi dan tugas dari sekolah dikirimkan lewat aplikasi WhatsApp.
Nantinya ditentukan jadwalnya untuk mengumpulkan tugas-tugas tersebut ke sekolah.
"Kalau siswa yang tak punya WhatsApp, ditentukan hari perwakilan siswa yang mengambil materi dan tugas sekolah," katanya.
( Tribunpekanbaru.com / Palti Siahaan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/disdikpora-kuansing-mengunjungi-beberapa-sekolah.jpg)