Sabtu, 18 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Yunani Sindir Turki Soal Hagia Sophia: PM Yunani Bilang Begini. . .

ketidakakuran Ankara dan Athena itu meletus satu hari setelah umat Islam menggelar salat Jumat di Hagia Sophia.

Ozan KOSE / AFP
Foto udara ini diambil pada 28 Juni 2020 di Istanbul menunjukkan museum Hagia Sophia di Istanbul. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menolak kecaman internasional atas keputusannya pengubahan status Hagia Sophia dari museum menjadi masjid. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Turki dan Yunani dikabarkan perang kata-kata kasar mengenai conversie Hagia Sophia di Istanbul.

Sebagaimana diketahui, Hagia Sophia merupakan museum yang diubah menjadi masjid.

Rupanya ketegangan antara Turki dan Yunani sudah berlangsung selama beberapa bulan.

Mengutip Al Jazeera, ketidakakuran Ankara dan Athena itu meletus satu hari setelah umat Islam menggelar salat Jumat di Hagia Sophia.

Sebagai catatam salat Jumat yang digelar merupakan pertama kalinya dalam 90 tahun terakhir.

 

Konflik di antara dua negara itu meningkat setelah Hagia Sophia ditetapkan menjadi masjid.

Selain itu, disebutkan ketegangan Ankara dan Athena juga dipicu kekayaan energi di Mediterania Timur.

Posisi Start MotoGP Andalusia 2020: Quartararo Terdepan, Valentino Rossi ke-4, Marc Marquez Absen

Peringatan Dini BMKG Cuaca Ekstrem Minggu 26 Juli: Potensi Hujan Lebat Beberapa Kabupaten di Riau

Guru Ini Jalin Asmara Terlarang dengan Muridnya, Kepergok Bermesraan di Laboratorium Sekolah

Namun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menilai ‘kebisingan’ yang terdengar bukan karena Hagia Sophia tau Mediterania Timur.

“Target mereka adalah kehadiran negara Turki dan muslim di wilayah ini,” kata Erdogan.

Erdogan pun mengecam pernyataan pemerintah Yunani dan angora Parlemen serta pembakaran bendera Turki di kota Yunani Thessaloniki.

Lebih lanjut, Erdogan dikabarkan bergabung dengan ribuan orang untuk salat Jumat pertama di Hagia Sophia.

Gerindra Serahkan SK Dukungan 4 Pasangan Bakal Calon Kepala Daerah Pilkada di Riau, Ini Nama-namanya

SPG Rokok Nyambi Jadi PSK di Padang: Short Time Rp 800.000 dan Long Time Rp 1,9 Juta

LIST HARGA Samsung Juli 2020: Simak Harga Smartphone Samsung Terbaru

Orang-orang mengunjungi Museum Hagia Sophia pada 26 Juni 2020 di Istanbul. Pengadilan tinggi Turki dijadwalkan pada 2 Juli 2020 untuk memberikan vonis kritis pada status landmark landmark Istanbul yang menjadi museum masjid yang berubah menjadi masjid, Hagia Sophia, sebuah keputusan yang dapat mengobarkan ketegangan terutama dengan negara tetangga Yunani. Gedung abad keenam - sebuah magnet bagi para wisatawan di seluruh dunia dengan arsitekturnya yang menakjubkan - telah berfungsi sebagai museum sekuler sejak tahun 1930-an yang menjadikannya terbuka bagi umat beragama dari semua agama.
Orang-orang mengunjungi Museum Hagia Sophia pada 26 Juni 2020 di Istanbul. Pengadilan tinggi Turki dijadwalkan pada 2 Juli 2020 untuk memberikan vonis kritis pada status landmark landmark Istanbul yang menjadi museum masjid yang berubah menjadi masjid, Hagia Sophia, sebuah keputusan yang dapat mengobarkan ketegangan terutama dengan negara tetangga Yunani. Gedung abad keenam - sebuah magnet bagi para wisatawan di seluruh dunia dengan arsitekturnya yang menakjubkan - telah berfungsi sebagai museum sekuler sejak tahun 1930-an yang menjadikannya terbuka bagi umat beragama dari semua agama. (Ozan KOSE / AFP)

PM Yunani Sebut sebagai Bukti Kelemahan

Secara terpisah, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis buka suara soal yang terjadi di  Istanbul.

“Bukan unjuk kekuatan, tetapi bukti kelemahan,” katanya.

Dia menyebut Turki sebagai pembuat onar.

Sementara, konversi Hagia Sophia itu dia nilai sebagai ‘penghinaan terhadap abad ke-21’.

 

Dalam sebuah pernyataan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Turki memberikan tanggapannya.

“Sekali lagi Yunani menunjukkan permusuhannya terhadap Islam dan Turki dengan alasan bereaksi terhadap Masjid Hagia Sophia digunakan untuk salat,” katanya.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved