Breaking News:

Penyidikan Dugaan Korupsi PT PER Jilid II Segera Rampung, Jaksa Mintai Keterangan Ahli Dari BPKP

Penyidikan perkara dugaan korupsi di PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) jilid II, akan segera rampung.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ilham Yafiz
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penyidikan perkara dugaan korupsi di PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) jilid II, akan segera rampung.

Adapun tersangka dalam perkara ini, adalah Irhas Pradinata Yusuf, selaku mantan Dirut di BUMD Provinsi Riau tersebut, periode 2011-2015.

Pasca ditetapkan tersangka, Irhas sudah ditahan oleh Jaksa Penyidik dari Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, selaku pihak yang menangani perkara.

Ia dititipkan di sel tahanan Mapolresta Pekanbaru, sejak Kamis (23/7/2020) lalu.

Disebutkan Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni, pihaknya berupaya merampungkan berkas perkara, sebelum nanti dilimpahkan ke Jaksa Peneliti.

Diungkapkannya, proses pemeriksaan saksi-saksi sudah selesai. Tinggal saksi ahli dari BPKP yang akan dimintai keterangan terkait hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara.

"Saksi-saksi sudah tak ada lagi (yang diperiksa). Tinggal ahli BPKP," katanya.

Lanjut dia, penahanan Irhas nantinya akan dipindahkan dari sel Mapolresta Pekanbaru, ke Rutan Klas I Pekanbaru.

Pemindahan rencananya dilakukan pada pekan ini.

"Penahanannya masih di Polresta, belum bisa kita pindahkan. Nanti pihak rutan menginfokan ke kita," ungkapnya.

Irhas merupakan tersangka keempat dalam perkara dugaan rasuah yang merugikan keuangan negara senilai Rp1,2 miliar atau hampir Rp1,3 miliar itu.

Dimana sebelumnya, jaksa sudah menetapkan 3 orang sebagai tersangka. Mereka juga telah menjalani proses persidangan sebagai terdakwa dan divonis bersalah.

VIDEO: Pasien Positif Covid-19 di Kota Pekanbaru Hari Ini Bertambah Sembilan Orang

China Kewalahan, Dihantam Covid-19, Bank Sperma Kekurangan Stok dan Pendonor

KENALI Modus Bapak Kos yang Setubuhi Anak Kosan: Sering Mengintip & Tiba-Tiba Masuk Kamar

Irhas disangkakan dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Penetapan Irhas sebagai tersangka, merupakan hasil pengembangan dari perkara yang pernah diusut sebelumnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved