Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

TikTok Minta Dukungan 100 juta Warga AS 'Melawan' Ancaman Donald Trump

Mendapat acmana dari Donald trump, TikTok justru meminta dukungan 100 juta warga AS. Mereka bersikaras akan tinggal di AS selama mungkin

Editor: Budi Rahmat
AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Mendapat ancaman dari Presdien Amerika Serikat Donald trump, TiTok tidak gentar. 

Mereka malah percaya rakyat AS akan memberikan dukungan untuk tetap bertahan di negeri pama Sams tersebut dalam jangka waktu yang lebih lama.

Maka, TikTok berharap akan ada dukungan dari 100 juta pengguna aplikasi TikTok di AS.

Cara Menghilangkan Bibir Hitam Pakai Bahan Alami, Mudah, Gampang & Tidak Perlu Biaya Mahal

Benarkah Artis Ike Muti Disuruh Hapus Foto Jokowi oleh Anak Buah Anies? Kini Disomasi Pemprov DKI

Gegera Imigran, Puncak Bogor Kini Bernuasansa Timur Tengah, Cewecewek Arab Bersliweran

Aplikasi TikTok
Aplikasi TikTok (OLIVIER DOULIERY / AFP)

Sebagai wujud keseriusan TikTok untuk tetap bertahan di AS, mereka mengatakan akan menggelontorkan 15 triliun lebih untuk para kreator di AS.

Kemudian TikTok juga mengatakan akan terus membuka lapangan pekerjaan sampai seantera AS hingga mencapai 10 ribu orang.

Itulah serangan balik yang dilakukan TikTok setelah Presiden Amerika Serikat ( AS), Donald Trump, melontarkan ancaman bakal memblokirnya.

Dalam pesan yang diunggah di media sosial, General Manager Vanessa Pappas menyatakan bahwa "mereka tidak berencana angkat kaki".

Pappas mengatakan, TikTok berencana di AS untuk "waktu yang lama", dan meminta publik Negeri "Uncle Sam" untuk mendukung mereka.

Pernyataan itu disampaikan setelah Trump mengumumkan dia berencana menghentikan operasional aplikasi berbagi video itu buntut tensi panas dengan China.

Washington berulang kali menuding adanya ancaman keamanan, dan menyebut Negeri "Panda" melakukan pencurian properti intelektual bernilai miliaran dollar.

"Kami telah mendengar curahan dukungan Anda dan kami ingin mengucapkan terima kasih. Kami tak berencana pergi ke mana pun," tegasnya.

Dalam rilisnya, aplikasi yang dikembangkan ByteDance itu menerangkan 100 juta warga AS menggunakan aplikasi mereka untuk hiburan selama pandemi.

Merujuk kepada klaimnya, aplikasi itu memberikan lapangan kerja bagi sekitar 1.000 orang tahun ini, dan berencana menambahkannya hingga 10.000 seantero AS.

Aplikasi yang dirilis pada September 2016 itu menuturkan, dana 1 miliar dollar AS (Rp 15,6 triliun) digelontorkan untuk mendukung para kreator di AS.

"Data para pengguna TikTok disimpan di AS dengan aksesnya membutuhkan izin ketat. Investor terbesar kami juga berasal dari sini," papar Pappas.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved